Ringkasan Berita:
- RS Ubaya resmi mengoperasikan fasilitas Catheterization Laboratory (Cath Lab) dengan teknologi Azurion 5 Philips untuk menangani penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah.
- Teknologi tersebut memungkinkan tindakan minimal invasif, termasuk trombektomi untuk mengambil bekuan darah pada pasien stroke hingga 24 jam.
- RS Ubaya menyiagakan layanan Cath Lab selama 24 jam dengan kapasitas penanganan sekitar lima hingga sepuluh tindakan per hari, bergantung pada tingkat keparahan kasus.
- Biaya tindakan mulai Rp40 juta. Saat ini layanan menerima pasien umum, asuransi swasta, dan perusahaan, sementara pengajuan kerja sama dengan BPJS Kesehatan masih diproses.
Surabaya (beritajatim.com) – Rumah Sakit (RS) Ubaya resmi mengoperasikan fasilitas Catheterization Laboratory (Cath Lab) dengan teknologi Azurion 5 Philips. Fasilitas ini memungkinkan penanganan penyakit jantung, stroke, hingga gangguan pembuluh darah melalui tindakan minimal invasif tanpa operasi bedah terbuka.
Dokter Spesialis Jantung RS Ubaya, dr. Dimas Rio Balti, Sp.JP, Subsp. K.I (K), mengatakan perangkat tersebut memiliki tingkat radiasi lebih rendah dibandingkan teknologi sebelumnya. Kondisi ini diklaim dapat meminimalkan risiko paparan radiasi terhadap pasien maupun tenaga medis.
“Radiasinya 30 persen lebih minimal dibandingkan alat lain karena menggunakan perangkat lunak terbaru. Penggunaan cairan kontras untuk pasien juga jauh lebih sedikit,” ungkap dr. Dimas usai Grand Opening Cath Lab di RS Ubaya, Jumat (6/11/2026).
Menurut dr. Dimas, fasilitas Cath Lab tidak hanya digunakan untuk menangani gangguan pada organ jantung. Teknologi tersebut juga dapat membantu penanganan masalah pembuluh darah di berbagai bagian tubuh.
Salah satunya pada pasien yang mengalami penyumbatan pembuluh darah di kaki. Kondisi yang dapat menimbulkan keluhan kesemutan hingga gangguan aliran darah tersebut bisa ditangani sebelum berkembang menjadi komplikasi yang lebih berat, termasuk risiko amputasi.
“Di Indonesia jumlah penderita gangguan kardiovaskular itu tertinggi, khususnya kasus stroke lalu jantung. Tim ahli saraf dan pembuluh darah kami sudah siap memberikan pelayanan,” kata dr. Dimas.
Kehadiran Cath Lab juga membuka pilihan penanganan stroke akibat penyumbatan pembuluh darah. Dokter Spesialis Saraf RS Ubaya, dr. Yudhi Adrianto, Sp.N., Subsp. NIIOO(K), FINR, FINA, mengatakan teknologi tersebut memungkinkan tindakan trombektomi untuk mengambil bekuan darah secara langsung.
“Sebelum ada alat ini, penanganan stroke hanya sampai 4,5 jam lewat infus. Sekarang kita bisa melakukan trombektomi atau mengambil bekuan darah secara langsung hingga 24 jam,” jelas dr. Yudhi.
Dengan metode minimal invasif, tindakan tersebut tidak memerlukan operasi bedah kepala terbuka. Proses pemulihan pasien pun diklaim lebih cepat, dengan kebutuhan rawat inap kurang dari lima hari untuk pasien stroke akibat penyumbatan pembuluh darah.
“Tentu hasilnya lebih bagus karena tidak ada operasi bedah kepala terbuka. Fase rawat inap lebih singkat dan tingkat kesembuhan klinisnya akan semakin meningkat,” papar dr. Yudhi.
Dari sisi kesiapan pelayanan, Direktur RS Ubaya, dr. Wenny Retno Sarie Lestari, memastikan fasilitas Cath Lab beroperasi dengan dukungan tenaga medis selama 24 jam. Rumah sakit menyiagakan perawat tersertifikasi, ahli fisioterapi, hingga tim radiologi.
“Rata-rata kita bisa menangani lima sampai sepuluh tindakan per hari tergantung tingkat keparahan kasus. Harapannya RS Ubaya bisa menjadi pusat pelayanan jantung yang paripurna ke depannya,” ucap dr. Wenny.
Untuk pembiayaan, dr. Wenny menyampaikan biaya tindakan bervariasi mulai Rp40 juta, menyesuaikan kondisi pasien. Saat ini, layanan Cath Lab RS Ubaya baru melayani pasien umum, asuransi swasta, dan perusahaan.
“Pembiayaan saat ini memang melayani pasien umum, asuransi swasta, dan perusahaan. Kami sedang memproses pengajuan secara bertahap agar segera bisa melayani peserta BPJS Kesehatan,” tutup dr. Wenny. [ipl/beq]






