Surabaya (beritajatim.com) – Insan pers Surabaya melaksanakan doa bersama untuk keselamatan lima jurnalis dan tiga awak kapal speed boat yang hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, sejak Senin, 7 September 2026.
Peristiwa hilang kontak tersebut terjadi saat rombongan melakukan perjalanan laut untuk meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Hingga memasuki hari keempat pencarian, delapan orang tersebut belum ditemukan.
Delapan orang yang masih dalam pencarian terdiri dari Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), anak buah kapal (ABK); Heriyanto (49), guide; M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Antara; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; dan Donal, jurnalis freelance.
Jurnalis Surabaya yang tergabung dalam Pewarta Foto Indonesia (PFI) menggelar doa bersama di Taman Apsari, Jumat sore (11/9/2026). Doa tersebut digelar dengan harapan delapan orang, termasuk rekan-rekan mereka sesama pewarta, segera ditemukan dalam keadaan selamat.
“Ini adalah doa bersama untuk lima orang jurnalis dan tiga orang kru kapal yang saat ini masih dalam pencarian. Harapan kami kelima jurnalis dan tiga orang kru ini bisa segera ditemukan dengan selamat,” kata Ketua PFI Surabaya, Suryanto.
Dengan memanjatkan doa, PFI Surabaya turut menyalakan lilin sebagai simbol harapan dan dukungan bagi tim SAR gabungan yang melakukan pencarian, sekaligus untuk keluarga korban yang saat ini masih menantikan hasil pencarian.
“Simbol lilin adalah simbol harapan dari kami semua agar kelima dan tiga orang rekan kami itu bisa segera ditemukan,” jelasnya.
Selain itu, dalam mendukung proses pencarian korban hilang kontak, PFI Surabaya mengungkapkan telah berkoordinasi dengan PFI Nasional, termasuk berkomunikasi dengan kantor media tempat para jurnalis tersebut bekerja.
“Sampai saat ini, kami dari PFI Surbaya sudah berkoordinasi dengan pengurus PFI Nasional. Termasuk berkoordinasi (dengan kantor media nasional maupun asing, Anadolu) karena banyak teman-teman ini yang tidak hanya bekerja di media nasional,” tutupnya. (rma/but)






