Bangkalan (beritajatim.com) – Warga Dusun Sempar, Desa Blega, Kecamatan Blega, digegerkan dengan peristiwa meninggalnya seorang remaja berinisial KA (17), Senin (27/7/2026). Korban diduga melompat dari menara Base Transceiver Station (BTS) setinggi sekitar 100 meter.
Berdasarkan video yang beredar di media sosial, korban terlihat memanjat menara BTS hingga mendekati puncak. Sejumlah warga yang menyaksikan kejadian tersebut berulang kali membujuk korban agar turun. Namun, upaya itu tidak membuahkan hasil hingga akhirnya korban diduga melompat dari atas menara.
Peristiwa itu sontak membuat warga sekitar berhamburan menuju lokasi. Laporan kemudian diteruskan kepada aparat kepolisian yang langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, korban merupakan warga setempat dan ditemukan telah meninggal dunia saat petugas tiba di lokasi.
“Setelah menerima laporan dari masyarakat, anggota langsung menuju lokasi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Agung, Selasa (28/7/2026).
Petugas bersama Tim Inafis Polres Bangkalan kemudian melakukan olah TKP dan mengevakuasi jenazah ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Agung mengatakan hingga saat ini penyidik masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna mengungkap rangkaian peristiwa tersebut. Polisi belum menyimpulkan penyebab maupun faktor yang melatarbelakangi kejadian itu. “Kami masih melakukan pendalaman dan menggali informasi dari para saksi yang berada di lokasi saat kejadian,” katanya.
Polres Bangkalan mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi maupun membangun spekulasi terkait peristiwa tersebut. “Hasil penyelidikan akan disampaikan setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan,” ucapnya. [sar/kun]






