Bondowoso, (beritajatim.com) – Dua peristiwa kebakaran rumah terjadi di Kabupaten Bondowoso pada Senin (27/7/2026). Insiden yang terjadi di Kecamatan Botolinggo dan Tlogosari itu diduga sama-sama dipicu oleh korsleting listrik. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp156 juta.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, mengatakan kebakaran pertama terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di Dusun Dumas, Desa Gayam, Kecamatan Botolinggo.
Menurutnya, saat kejadian rumah dalam kondisi kosong. Warga sekitar mengetahui adanya kobaran api setelah api membesar dari area kandang.
“Api pertama kali diketahui sudah membesar dari kandang. Warga langsung berupaya menyelamatkan sapi dan melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sebelum menghubungi petugas Damkar,” ujar Vara Tedy, Senin petang.
Api kemudian merembet ke bangunan di sekitarnya hingga menghanguskan tiga rumah, empat kandang, dan dua dapur. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Petugas Damkar Bondowoso yang menerima laporan pada pukul 13.56 WIB langsung mengerahkan armada Water Supply, Rescue, dan Carcentro ke lokasi untuk melakukan pemadaman serta pendinginan.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp150 juta,” katanya.
Pada hari yang sama, kebakaran kembali terjadi di Desa Pakisan, RT 6/RW 14, Kecamatan Tlogosari sekitar pukul 13.30 WIB.
Rumah milik Ibu Nasie mengalami kebakaran setelah pemilik pulang bekerja dan beristirahat. Tak lama kemudian, korban melihat api sudah membesar di dalam rumah.
Petugas Damkar menerima laporan pukul 14.50 WIB dan segera menuju lokasi menggunakan satu unit mobil Dyna untuk melakukan asesmen karena api telah padam.
“Peristiwa di Tlogosari juga diduga akibat korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa, sedangkan kerugian ditaksir sekitar Rp6 juta,” ujar Vara.
Ia mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah, terutama memastikan kabel dan sambungan listrik dalam kondisi baik guna mencegah kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat rutin memeriksa instalasi listrik dan tidak menggunakan peralatan listrik yang sudah rusak atau melebihi kapasitas. Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko terjadinya kebakaran,” pungkasnya. (awi/aje)






