Ringkasan Berita:
- KADIN Indonesia Kabupaten Lamongan periode 2026-2031 resmi dilantik di Pendopo Lokatantra.
- Bupati Yuhronur Efendi memberikan dua tantangan besar kepada kepengurusan baru, yakni mewujudkan rumah vokasi dan rumah kurasi.
- Rumah vokasi ditujukan untuk mencetak tenaga kerja sesuai kebutuhan industri, sedangkan rumah kurasi untuk meningkatkan daya saing produk UMKM.
- Ketua KADIN Lamongan Aang Junaedy menegaskan komitmen mendukung investasi, UMKM, dan penciptaan lapangan kerja.
Lamongan (beritajatim.com) – Kepengurusan baru Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Kabupaten Lamongan masa bakti 2026-2031 resmi dilantik di Pendopo Lokatantra, Senin (27/7/2026). Pelantikan tersebut menjadi awal kepemimpinan Aang Junaedy sebagai Ketua KADIN Lamongan dengan membawa misi memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah.
Dalam kesempatan itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memberikan dua tantangan besar yang diharapkan dapat diwujudkan KADIN Lamongan selama masa kepengurusan lima tahun ke depan, yakni menghadirkan rumah vokasi dan rumah kurasi sebagai upaya memperkuat daya saing ekonomi daerah.
“Tantangan untuk KADIN sekarang ada dua yang harus diwujudkan, yang pertama rumah vokasi dan kedua rumah kurasi. Melalui itu, saya yakin pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lamongan akan baik,” kata Yuhronur.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes tersebut menjelaskan, rumah vokasi diperlukan untuk menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan industri. Dengan tersedianya pusat pelatihan tersebut, tenaga kerja lokal diharapkan lebih mudah terserap sehingga mampu menekan angka pengangguran terbuka di Kabupaten Lamongan.
Sementara itu, rumah kurasi diproyeksikan menjadi wadah pembinaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas lebih baik, memenuhi standar pasar, serta mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional.
Menurut Pak Yes, KADIN selama ini telah menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam menjembatani kepentingan dunia usaha sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Karena itu, ia berharap kepengurusan baru mampu memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Walau pertumbuhan ekonomi naik dan kemiskinan turun, tingkat pengangguran terbuka masih cukup tinggi. Ini menjadi tantangan bagi kita,” ujar Pak Yes.
Ia menilai, meskipun sejumlah indikator ekonomi menunjukkan tren positif, masih terdapat pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama, terutama dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia agar mampu memenuhi kebutuhan sektor industri.
Menanggapi tantangan tersebut, Ketua KADIN Lamongan Aang Junaedy menegaskan organisasinya siap mengambil peran aktif sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun iklim investasi yang sehat, memperkuat UMKM, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing ekonomi Kabupaten Lamongan.
Menurut Aang, KADIN merupakan rumah besar bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari UMKM, pedagang pasar, nelayan, koperasi, hingga industri skala menengah dan besar. Di tengah percepatan transformasi ekonomi, KADIN berkomitmen menghadirkan program yang adaptif dan solutif sesuai kebutuhan dunia usaha.
“KADIN hadir sebagai rumah besar seluruh pelaku usaha mulai dari UMKM, pedagang pasar, nelayan, koperasi, dan industri skala menengah hingga skala besar di tengah percepatan transformasi ekonomi saat ini. KADIN Lamongan berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah daerah yang aktif, adaptif, solutif, dalam mendorong sistem investasi yang sehat,” kata Aang. [fak/beq]






