Surabaya (beritajatim.com) – Pemain Port FC Thailand, Asnawi Mangkualam, secara mengejutkan melontarkan kritik tajam terhadap pelayanan dan fasilitas yang diterima timnya menjelang bergulirnya Piala Presiden 2026 di Surabaya.
Meski datang dengan motivasi tinggi sebagai juara bertahan, Asnawi menilai perlakuan yang diterima timnya jauh dari kata layak.
Pemain asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu menegaskan Port FC kembali ke turnamen ini dengan target mempertahankan gelar juara. Menurutnya, kesiapan fisik dan mental seluruh pemain telah terbentuk setelah menjalani pemusatan latihan intensif di Bangkok.
“Tentunya kita datang sama seperti musim kemarin, dengan target yang jauh lebih bagus lagi. Tentunya ingin menjuarai turnamen kali ini juga, karena persiapan kita cukup matang. Sudah hampir sebulan kita melakukan persiapan di Bangkok dan semua pemain juga sudah siap,” ujar Asnawi, Sabtu (25/7/2026).
Namun, Asnawi mengaku perjalanan menuju Surabaya dan fasilitas yang diterima tim menjadi kendala yang mengganggu persiapan menghadapi pertandingan.
Salah satu hal yang disorot adalah lamanya perjalanan darat yang menguras tenaga, disertai fasilitas hotel yang dinilai belum memadai untuk menunjang pemulihan kondisi fisik para pemain.
“Tim harus menempuh perjalanan darat selama 11 jam ke Bangkok, berangkat pukul 08.00 pagi dan baru tiba di hotel pada pukul 19.00 malam di Surabaya, sampai hotel sarana penunjang latihan fisik seperti gym sangat kurang memadai,” ujarnya.
Asnawi juga menyayangkan sikap panitia penyelenggara yang dinilainya kurang menghargai status Port FC sebagai juara bertahan turnamen.
“Sebagai juara bertahan, tentunya sangat kurang pantas mendapatkan fasilitas yang kurang baik menurut saya, baik dari segi gym maupun fasilitas lainnya,” tegasnya.
Meski dihadapkan pada kendala logistik dan pelayanan, Asnawi memastikan seluruh pemain Port FC tetap siap memberikan penampilan terbaik demi mempertahankan trofi juara pada turnamen pramusim tersebut. (way/kun)






