Ringkasan Berita:
- Petrokimia Agrifood Expo (PAE) 2026 menjadi ajang penguatan ketahanan pangan dan transformasi sektor pertanian.
- Kementerian Pertanian menyebut pupuk berkontribusi hingga 60 persen terhadap produktivitas tanaman.
- Regenerasi petani menjadi perhatian karena 67 persen petani Indonesia berusia di atas 45 tahun.
- Petrokimia Gresik juga menyalurkan beasiswa pertanian kepada 50 penerima melalui program TJSL.
Gresik (beritajatim.com) – Transformasi sektor pertanian Indonesia terus didorong melalui inovasi, kolaborasi, dan penguatan ekosistem agribisnis. Salah satu upaya tersebut ditunjukkan dalam penyelenggaraan Petrokimia Agrifood Expo (PAE) 2026 di Gresik yang tidak hanya menjadi ajang pameran inovasi pertanian, tetapi juga wadah memperkuat ketahanan pangan nasional, mendorong regenerasi petani muda, serta menciptakan kepastian pasar bagi pelaku usaha tani.
Direktur Pupuk Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Syamsudin, mengatakan pupuk merupakan faktor paling menentukan dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian nasional.
“Sekitar 60 persen keberhasilan produktivitas tanaman sangat bergantung pada efisiensi serta ketepatan pemupukan. Tanpa pupuk yang memadai, tanaman memang bisa tumbuh, tetapi hasilnya tidak akan optimal,” katanya di Gresik, Jumat (24/7/2026).
Menurut Syamsudin, peran strategis Petrokimia Gresik terlihat dari keterlibatannya dalam mendukung penyaluran pupuk bersubsidi nasional yang mencapai 9,54 juta ton, meliputi pupuk Urea, NPK, hingga pupuk organik. Sebagian besar kapasitas produksi perusahaan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan petani di dalam negeri.
“Ini dedikasi nyata dalam menjaga garda terdepan produksi pangan nasional,” tuturnya.
Selain menjaga pasokan pupuk, Kementerian Pertanian juga menaruh perhatian besar terhadap regenerasi petani. Syamsudin mengungkapkan sektor pertanian saat ini menghadapi tantangan demografi karena mayoritas petani berusia di atas 45 tahun.
“Petani di tanah air 67 persennya telah berusia 45 tahun ke atas. Jika regenerasi tidak disiapkan dari sekarang, Indonesia terancam kekurangan SDM pertanian yang produktif di masa depan. Kunci menarik minat generasi muda adalah kepastian untung dan modernisasi,” ungkapnya.
Menurutnya, strategi menarik minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian harus didukung peluang usaha yang menguntungkan, modernisasi alat pertanian, serta kemudahan akses permodalan.
“Semua strategi ini harus berjalan bila ingin menciptakan petani-petani muda yang tangguh,” urainya.
Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menegaskan Petrokimia Agrifood Expo 2026 merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung agenda ketahanan pangan nasional melalui inovasi dan pengembangan agroindustri.
“Bagi kami, PAE bukan sekadar pameran, melainkan wujud nyata komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui inovasi pupuk dan solusi agroindustri. Serta membantu petani meningkatkan produktivitas, menjaga efisiensi usaha tani, sekaligus mendorong praktik pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menilai penyelenggaraan PAE 2026 memberikan dampak positif terhadap penguatan ekosistem bisnis pertanian dari hulu hingga hilir. Pameran tersebut menghadirkan berbagai inovasi, mulai bibit unggul, hasil olahan pascapanen, hingga produk UMKM binaan yang berkaitan dengan sektor pertanian.
“Pengunjung dan pelaku usaha disuguhi kepastian rantai pasok. Harga pupuk yang kian terjangkau, ketersediaan barang yang terjaga, serta kejelasan offtaker (pembeli hasil panen) menjadikan bisnis pertanian kini bebas dari bayang-bayang kerugian,” paparnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah, industri, dan pelaku usaha pertanian, Petrokimia Agrifood Expo 2026 diharapkan menjadi motor penggerak modernisasi pertanian sekaligus mempercepat lahirnya generasi baru petani Indonesia yang adaptif terhadap teknologi dan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap keberlanjutan sektor agribisnis, Petrokimia Gresik juga memanfaatkan momentum PAE 2026 untuk menyalurkan investasi sosial di bidang pendidikan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), perusahaan memberikan beasiswa kepada 50 penerima untuk mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul di sektor pertanian. [dny/beq]






