Ringkasan Berita:
- PKS Jawa Timur melakukan kunjungan silaturahmi ke DPD Partai Demokrat Jawa Timur.
- Kedua partai sepakat memperkuat sinergi untuk mengawal aspirasi masyarakat dari daerah hingga tingkat nasional.
- Emil Dardak menegaskan pembahasan koalisi Pemilu 2029 masih terlalu dini dan saat ini fokus pada pengabdian kepada masyarakat.
- PKS menilai Emil Dardak sebagai figur potensial, namun arah politik ke depan masih menunggu regulasi pemilu.
Surabaya (beritajatim.com) – DPW PKS Jawa Timur memperkuat komunikasi politik dengan DPD Partai Demokrat Jawa Timur melalui kunjungan strategis di kantor Demokrat Jatim, Rabu (22/7/2026) malam. Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk mengawal aspirasi masyarakat dari daerah hingga tingkat nasional, sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendukung program pembangunan.
Silaturahmi itu juga mempertegas sinergi antara dua partai yang menjadi bagian dari koalisi pendukung pemerintahan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan pembahasan mengenai koalisi untuk Pemilu 2029 masih belum menjadi agenda utama kedua partai.
Menurutnya, fokus yang lebih penting saat ini adalah memperjuangkan aspirasi masyarakat agar dapat menjadi bagian dari kebijakan di tingkat pusat.
“PKS menyerap dari kabupaten/kota, sementara saya Demokrat menyerap ke daerah lalu bagaimana aspirasi ini bisa naik ke Senayan. Jadi kegiatan bersama kita arahkan pada pengabdian ke masyarakat untuk memberi dampak nyata,” ujar Emil.
Ia menambahkan, sinergi antarkedua partai akan diarahkan pada berbagai kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama di tengah tantangan ekonomi global yang masih memengaruhi daya beli.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menyebut kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun komunikasi yang lebih intensif agar keberadaan partai politik benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurut Bagus, kerja sama antarkekuatan politik menjadi penting untuk memastikan aspirasi masyarakat dari tingkat kabupaten dan kota dapat diperjuangkan hingga ke tingkat nasional.
Saat ditanya mengenai peluang koalisi maupun dukungan pada Pemilu 2029, Bagus memilih memberikan jawaban diplomatis.
Ia menilai perjalanan menuju kontestasi politik nasional masih panjang dan akan dipengaruhi perkembangan regulasi serta sistem pemilu yang akan ditetapkan.
Meski demikian, Bagus menilai Emil Elestianto Dardak merupakan salah satu figur yang memiliki pengalaman dan kapasitas kepemimpinan di Jawa Timur.
“Kalau sosok Mas Emil ya sangat potensial. Apalagi beliau punya pengalaman. Intinya kita tunggu finalnya bagaimana regulasi dan sistem pemilu ke depan,” jelas Bagus.
Melalui pertemuan tersebut, PKS dan Demokrat Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat. Kedua partai sepakat mengedepankan kerja nyata melalui pengawalan aspirasi warga hingga ke Senayan, sembari menunda pembahasan mengenai arah koalisi politik menjelang Pemilu 2029. [tok/beq]







