Mojokerto (Beritajatim.com) – Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra mendorong penguatan layanan kesehatan geriatri yang komprehensif berbasis transformasi digital sebagai langkah menghadapi meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia). Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan pelayanan kesehatan mampu menjawab tantangan era aging population.
Hal itu disampaikan Gus Barra (sapaan akrab, red) saat membuka Seminar Kesehatan dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 RSUD Prof. dr. Soekandar di Balairung Singosari Lantai 4 Gedung Poliklinik Terpadu.
Seminar bertema Comprehensive Management of Geriatric Syndrome tersebut menjadi wadah peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam menangani berbagai persoalan kesehatan pada kelompok lanjut usia.
Dalam sambutannya, Gus Barra mengatakan meningkatnya usia harapan hidup merupakan indikator keberhasilan pembangunan kesehatan. Namun kondisi tersebut juga menjadi tanda bahwa Indonesia mulai memasuki era masyarakat menua yang membutuhkan sistem pelayanan kesehatan yang lebih siap, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan lansia.
“Berbagai sindrom geriatri, seperti gangguan keseimbangan, penurunan fungsi kognitif, malnutrisi, hingga penurunan mobilitas sering kali tidak disadari sejak dini. Padahal kondisi tersebut saling berkaitan dan memerlukan penanganan yang komprehensif,” ungkapnya, Rabu (22/7/2026).
Oleh karena itu, lanjutnya, pelayanan kesehatan bagi kelompok lansia harus dilaksanakan secara menyeluruh, mulai dari upaya promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif, dengan tetap mengedepankan kualitas hidup, kemandirian, dan martabat para lansia.
Gus Barra berharap rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto tersebut terus berinovasi, bertransformasi, serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Selain memperkuat layanan geriatri, Gus Barra menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi digital di sektor kesehatan. Ia meminta Program KONTER (Konsultasi Dokter Secara Online) terus dioptimalkan sebagai solusi memperluas akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah dan cepat bagi masyarakat.
Program KONTER harus terus dihidupkan dan dioptimalkan pelaksanaannya. Program tersebut menjadi salah satu upaya memperluas akses layanan kesehatan, memudahkan masyarakat memperoleh konsultasi medis secara cepat, sekaligus menjadi bukti bahwa digitalisasi harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Saya berharap seluruh rumah sakit, puskesmas maupun fasilitas pelayanan kesehatan lainnya dapat mendukung program ini agar semakin banyak masyarakat yang merasakan kemudahan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Lebih jauh, Gus Barra mengingatkan bahwa kualitas layanan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan alat kesehatan atau kompetensi tenaga medis. Menurutnya, pelayanan yang ramah, komunikasi yang baik, dan empati terhadap pasien menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.
“Saya tidak ingin ada masyarakat yang mengurungkan niat untuk berobat ke RSUD Prof. dr. Soekandar hanya karena merasa kurang mendapatkan informasi, pelayanan yang ramah, atau komunikasi yang baik. Oleh sebab itu, saya mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk terus membangun budaya melayani dengan hati, mengedepankan empati, serta memberikan penjelasan yang jelas dan mudah dipahami kepada pasien maupun keluarganya,” tegasnya.
Melalui seminar tersebut, Gus Barra berharap lahir berbagai inovasi dalam pelayanan geriatri sekaligus memperkuat kapasitas tenaga kesehatan dan jejaring layanan kesehatan di Kabupaten Mojokerto.
Dengan demikian, kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya kelompok lansia, dapat terus meningkat seiring perkembangan kebutuhan kesehatan di masa mendatang. [tin/ian]






