Jakarta (beritajatim.com) – Nama Dr. Sudaryono Eng., M.M., MBA atau yang akrab disapa Mas Dar mulai santer disebut sebagai sosok yang akan menggantikan Naniek S Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), setelah Naniek menyatakan mengundurkan diri karena alasan kesehatan.
Meski demikian, hingga berita ini ditulis belum ada pengumuman resmi dari Presiden maupun pemerintah mengenai penunjukan Kepala BGN yang baru. Informasi mengenai nama Sudaryono masih berkembang di berbagai kalangan.
Jika benar ditunjuk, Sudaryono akan memimpin lembaga yang bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Anak Petani dari Grobogan
Sudaryono lahir di Grobogan, Jawa Tengah, pada 23 Januari 1985.
Ia berasal dari Dusun Mangunrejo, Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, sebuah kawasan pedesaan yang mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani.
Mas Dar merupakan anak tunggal pasangan Yahyo dan Suwarni. Meski menjadi anak semata wayang, ia dikenal tumbuh dalam lingkungan keluarga yang sederhana dengan disiplin yang tinggi.
Sejak kecil, Sudaryono dikenal sebagai anak yang cerdas dan berprestasi.
Nilai sekolahnya hampir selalu berada di atas rata-rata. Guru-gurunya mengenang Sudaryono sebagai murid yang unik karena sering memilih duduk di bangku paling belakang, tetapi mampu menjawab berbagai pertanyaan guru dengan tepat.
Prestasi akademik tersebut membuatnya menjadi salah satu teladan bagi anak-anak di kampung halamannya.
Karier Terus Menanjak
Dalam perjalanan kariernya, Sudaryono dikenal sebagai figur muda yang aktif di berbagai bidang, mulai dari organisasi, dunia usaha hingga pemerintahan.
Belakangan, namanya semakin dikenal publik setelah dipercaya menduduki posisi strategis di pemerintahan dan menjadi salah satu tokoh yang dekat dengan Presiden Prabowo Subianto.
Kedekatan tersebut membuat namanya kerap dikaitkan dengan berbagai agenda strategis pemerintah, termasuk pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
BGN Sedang Jalani Reformasi
Apabila benar dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional, Sudaryono akan melanjutkan berbagai pembenahan yang sebelumnya telah dilakukan Naniek S Deyang.
Sebelum mundur, Naniek mengaku telah membentuk 11 tim reformasi, mengganti lima pejabat eselon I dari berbagai kementerian dan lembaga, serta melakukan evaluasi terhadap lebih dari 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.
Selain itu, pemerintah juga tengah memfokuskan Program MBG kepada kelompok prioritas, yakni balita, ibu hamil, ibu menyusui, siswa SD hingga SMP, serta masyarakat di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).
Hingga kini, publik masih menunggu keputusan resmi Presiden mengenai siapa yang akan memimpin Badan Gizi Nasional menggantikan Naniek S Deyang. (ted)






