Jember (beritajatim.com) – Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kabupaten Jember, Jawa Timur, tahun ini hingga Juli 2026 sudah mencapai Rp1 triliun. Mayoritas diperuntukkan usaha mikro kecil menengah sektor produksi.
Kementerian Usaha Mikro Kecil Menengah mencatat, sebanyak 20 ribu UMKM di Jember bisa mengakses Kredit Usaha Rakyat tersebut, 69 persen di antaranya bergerak di sektor produksi.
Riza Damanik, Pelaksana Harian Deputi Bidang Usaha Mikro pada Kementerian UMKM, menyebut hal ini istimewa. “Jadi kalau target nasional hari ini rata-rata angkanya sekitar 65 persen, ternyata Jember ini sudah mencapai 69 persen pada semester pertama. Ini luar biasa,” katanya saat membuka Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro, di New Sari Utama Ballroom, Jember, Selasa (21/7/2026).
Menurut Damanik, penyaluran di sektor produksi ini sangat penting karena memiliki tiga manfaat bagi masyarakat. “Pertama, ini berarti penciptaan lapangan pekerjaannya jauh lebih besar penyerapannya kepada sektor produksi,” katanya. UMKM di sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan perkebunan menciptakan lapangan pekerjaan lebih besar.
“Kedua, ia memberikan nilai tambah. Ada benefit ekonomi yang bisa diterima oleh pengusaha mikro, kecil, dan menengahnya yang lebih banyak ketimbang di non sektor produksi,” kata Damanik.
Manfaat berikutnya, UMKM sektor produksi akan mendukung sektor-sektor unggulan di daerah. “Ambil contoh di Jember, sektor unggulannya kan pertanian. Kalau 69 persennya masuk ke sektor pertanian, itu berarti mendukung sektor unggulan untuk tumbuh, mendukung penyerapan lapangan pekerjaan, mendukung program prioritas Presiden dalam hal ini adalah swasembada pangan,” kata Damanik.
Capaian ini diapresiasi oleh Kementerian UMKM. “Pak Menteri dan Pak Wakil Menteri menyampaikan apresiasi kepada Pak Bupati dan beserta seluruh jajaran atas pencapaian ini. Mudah-mudahan ini terus dipertahankan dan insyaallah pada semester kedua tahun 2026 ini target-target tadi bisa terpenuhi, bisa tercapai,” kata Damanik. [wir/ian]






