Surabaya (beritajatim.com) – Ketua PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang ini menyatakan siap maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
“Saya tidak pernah mencalonkan untuk maju dari awal. Tapi, ini saya sekarang mendapat amanah dari 45 PCNU se-Jatim dan diusung untuk maju pencalonan Ketua Umum PBNU. Saya menyatakan siap,” kata Gus Kikin kepada wartawan di kantor PWNU Jatim, Selasa (21/7/2026) sore.
Gus Kikin mengatakan bahwa dirinya siap dalam penugasan tersebut. Dia menyebut, ada beberapa program yang akan diusung dalam pencalonan nanti.
“Dampak yang diharapkan NU akan semakin baik, kita akan mempersiapkan diri supaya ketika memasuki acara Muktamar, kita bisa mengusulkan pikiran-pikiran yang baik demi kinerja yang baik juga,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur dan Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Bejagung, Tuban, KH Abdul Matin Djawahir mewakili PCNU se-Jatim menjelaskan, alasan dan pertimbangan mengapa memajukan Gus Kikin.
“Keputusan tersebut merupakan hasil rapat internal PWNU Jatim dan telah mendapat dukungan dari PCNU se-Jatim,” jelasnya.
KH Abdul Matin Djawahir, mengatakan penugasan kepada pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang itu merupakan keputusan kelembagaan, bukan kehendak pribadi.
“PWNU Jatim menugaskan Kiai Haji Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin untuk menjadi kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Muktamar ke-35. Ini murni keputusan PWNU Jatim, bukan kehendak pribadi siapa pun,” ujarnya.
Menurut dia, keputusan tersebut telah melalui pembahasan dalam rapat Pengurus Harian Syuriyah dan Tanfidziyah sebanyak beberapa kali. Bahkan, PWNU membentuk tim kecil untuk mematangkan proses penugasan tersebut.

Ia menegaskan, sebelum keputusan diambil, pihaknya terlebih dahulu meminta kesediaan Gus Kikin untuk menerima amanah tersebut. “Kami berdialog dengan beliau (Gus Kikin) apakah siap atau tidak. Alhamdulillah, beliau menyatakan siap. Setelah itu keputusan dibahas dalam beberapa kali rapat harian hingga akhirnya disepakati untuk menugaskan beliau,” katanya.
Selanjutnya, PWNU Jatim mengundang seluruh PCNU di Jatim guna meminta pandangan terkait pencalonan tersebut. PWNU tidak melakukan intervensi terhadap sikap masing-masing cabang.
“Kami hanya menyampaikan bahwa PWNU menugaskan Kiai Abdul Hakim Mahfudz sebagai kandidat Ketua Umum PBNU. Alhamdulillah, 45 PCNU se-Jatim menyatakan sepakat dan berada dalam satu barisan untuk mengusung beliau,” ujarnya.
Selain menyampaikan dukungan terhadap pencalonan Gus Kikin, PWNU Jatim juga mengajak seluruh PCNU di Jatim mengawal hasil-hasil keputusan Musyawarah Nasional (Munas) dan Konferensi Besar (Konbes) NU, khususnya berbagai usulan yang berasal dari Jatim.
Abdul Matin menjelaskan terdapat sejumlah pertimbangan yang menjadi dasar PWNU Jatim mengusung Gus Kikin sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Salah satunya adalah komitmen Gus Kikin untuk mengembalikan pengelolaan organisasi NU agar berpedoman pada Qanun Asasi yang dirumuskan pendiri NU, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.
Selain itu, Gus Kikin dinilai memiliki visi membangun NU sebagai organisasi yang sejuk, mengedepankan ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah Nahdliyah, serta memperkuat persatuan di lingkungan organisasi.
“Beliau ingin membawa Nahdlatul Ulama dalam pengelolaan jam’iyah yang sejuk, tidak gaduh, penuh suasana ukhuwah dan persatuan sehingga seluruh program organisasi dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Menurut Abdul Matin, Gus Kikin juga memiliki pengalaman panjang dalam mengelola organisasi, baik di lingkungan pesantren, dunia usaha, maupun struktur kepengurusan NU.
Ia menyebut Gus Kikin pernah menjadi pengurus PBNU, kini menjabat Ketua PWNU Jatim, serta telah mengikuti seluruh proses kaderisasi yang menjadi salah satu syarat kepemimpinan di NU.
Di bidang ekonomi, lanjutnya, Gus Kikin dinilai telah mapan sehingga tidak memiliki kepentingan pribadi dalam memimpin organisasi.
“Beliau bukan ingin hidup dari NU, tetapi ingin menghidupkan Nahdlatul Ulama. Secara ekonomi beliau sudah mapan, sehingga fokusnya adalah mengembangkan organisasi dan memberikan manfaat bagi warga Nahdliyin,” pungkasnya. (tok/but)






