Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 2.776 Kepala Keluarga (KK) di tiga desa yang ada di dua kecamatan di Kabupaten Mojokerto terdampak krisis air bersih. Rencananya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto akan mulai mendistribusikan air bersih untuk ketiga desa tersebut pada, Rabu (22/7/2026) besok.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Mojokerto, sebanyak 2.776 KK atau 6.703 jiwa tersebut berasal dari Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro sebanyak 1.499 KK atau 3.053 jiwa. Sebanyak 774 KK atau 2.086 jiwa dari Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngorobdan sebanyak 503 KK atau 1.564 jiwa dari Desa Duyung, Kecamatan Trawas.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim membenarkan, ada tiga desa di lereng Gunung Penanggungan yang mengajukan permohonan bantuan air bersih, yakni Desa Duyung, Kecamatan Trawas, serta Desa Kunjorowesi dan Desa Manduro Manggung Gajah di Kecamatan Ngoro.
“Total warga terdampak di tiga desa tersebut diperkirakan mencapai sekitar 2.776 KK. Sebanyak 2.766 KK tersebut terdiri dari Desa Kunjorowesi dengan dua dusun yakni Dusun Kandangan 693 KK dan Dusun Kunjorowesi 806 KK, di Desa Manduro Manggung Gajah terdiri dari Dusun Buluresik 247 KK dan Dusun Manggung Gajah 256 KK,” ungkapnya, Selasa (21/7/2026).
Sementara di Desa Duyung, Kecamatan Trawas terdiri dari Dusun Duyung 375 KK dan Dusun Bantal 339 KK. BPBD Kabupaten Mojokerto akan mulai mendistribusikan air bersih ke tiga desa tersebut pada tanggal 22 Juli sampai 5 September 2026 mendatang. Setiap hari akan ada tangki air bersih yang akan mendistribusikan air bersih kepada warga terdampak.
“Pendistribusian air bersih mulai besok sampai tanggal 5 September. Untuk Kecamatan ngoro yakni di Desa Manduro Manggung Gajah sebanyak satu tangki dalam satu hari dan Desa Kunjorowesi sebanyak empat truk dalam satu hari. Sedangkan untuk Desa Duyung Kecamatan trawas dua tangki dalam satu hari,” jelasnya. [tin/aje]






