Ringkasan Berita:
- Unisda Lamongan menjadi tuan rumah benchmarking pengembangan kurikulum madrasah nonformal BARMM Filipina pada 20–23 Juli 2026.
- Delegasi Kementerian Pendidikan BARMM mempelajari sistem pendidikan madrasah dan kurikulum yang diterapkan di Indonesia.
- Forum kolaborasi menghasilkan penyusunan kerangka kurikulum madrasah nonformal BARMM secara bersama.
- Kegiatan memperkuat posisi Unisda sebagai mitra strategis pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.
Lamongan (beritajatim.com) – Universitas Islam Darul ‘Ulum (Unisda) Lamongan kembali memperkuat kiprahnya di tingkat internasional dengan menjadi tuan rumah kegiatan Benchmarking Pengembangan Kurikulum Madrasah Nonformal Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM), Filipina, yang berlangsung pada 20–23 Juli 2026.
Kegiatan ini menghadirkan delegasi dari Kementerian Pendidikan Dasar, Tinggi, dan Teknikal BARMM untuk mempelajari sistem pendidikan madrasah serta pengembangan kurikulum yang diterapkan di Indonesia.
Mengusung tema “Madrasah Education Partnership Forum”, agenda tersebut menjadi wadah kolaborasi strategis antara Unisda Lamongan dan BARMM dalam membangun sistem pendidikan madrasah yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.
Selama empat hari, para peserta mengikuti berbagai kegiatan yang meliputi diskusi akademik, pengembangan kurikulum, studi lapangan, hingga kunjungan ke sejumlah madrasah dan pesantren di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Matholiul Anwar Lamongan.
Rektor Unisda Lamongan, Muhammad Hafidh Nashrullah, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah kegiatan internasional tersebut.
Menurutnya, kehadiran delegasi BARMM menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan akademik sekaligus memperluas kolaborasi pendidikan Islam di kawasan Asia Tenggara.
“Unisda menyambut dengan hangat kehadiran delegasi BARMM di Lamongan. Kami berharap kegiatan ini menjadi sarana saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat kerja sama dalam pengembangan pendidikan madrasah yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” kata Hafidh.
Ia menegaskan bahwa internasionalisasi menjadi salah satu agenda strategis Unisda dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
“Melalui berbagai kemitraan global yang terus dibangun, Unisda berupaya menghadirkan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan Islam, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di tingkat regional dan internasional,” ujarnya.
Pada hari pertama, delegasi BARMM memperoleh pemahaman mengenai sistem pendidikan madrasah di Indonesia, kebijakan pesantren dan madrasah nonformal, serta filosofi yang mendasari pengembangan kurikulum nasional. Materi tersebut disampaikan oleh akademisi Unisda bersama narasumber dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Memasuki hari kedua, kegiatan difokuskan pada teori pengembangan kurikulum dan penyusunan profil ideal pelajar madrasah nonformal BARMM. Melalui diskusi kelompok, tim Unisda dan delegasi Filipina bersama-sama merumuskan karakter, kompetensi, serta nilai-nilai yang diharapkan menjadi fondasi pendidikan madrasah di wilayah Bangsamoro.
Sebagai bagian dari proses benchmarking, para peserta juga mengunjungi sejumlah lembaga pendidikan di bawah naungan Pondok Pesantren Matholiul Anwar Lamongan. Kunjungan tersebut memberikan gambaran langsung mengenai implementasi kurikulum madrasah, tata kelola pesantren, serta berbagai program pendidikan yang mendukung peningkatan mutu lulusan dan kemandirian lembaga.
Puncak kegiatan diisi dengan penyusunan kerangka kurikulum madrasah nonformal BARMM yang dilakukan secara kolaboratif antara tim Unisda Lamongan dan delegasi Filipina. Hasil forum tersebut diharapkan menjadi referensi strategis bagi pengembangan pendidikan madrasah nonformal di wilayah Bangsamoro sekaligus memperkuat hubungan akademik antara Indonesia dan Filipina.
Kehadiran delegasi BARMM di Unisda Lamongan menjadi bukti meningkatnya kepercayaan mitra internasional terhadap kapasitas akademik perguruan tinggi tersebut. Sejalan dengan semangat “Unisda for South East Asia”, kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat diplomasi pendidikan, memperluas jejaring internasional, serta mendorong lahirnya inovasi kurikulum yang relevan dengan kebutuhan masyarakat Muslim di kawasan Asia Tenggara. [fak/beq]






