Ringkasan Berita:
- Umat TITD Klenteng Kwan Sing Bio Tuban sepakat berdamai setelah sebelumnya terjadi perselisihan.
- Seluruh pihak menyetujui pelaksanaan HUT Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen menggunakan satu panitia.
- Rekonsiliasi diharapkan memperkuat kerukunan umat Tri Dharma menjelang perayaan pada 5-6 Agustus 2026.
- Kirab budaya akan digelar apabila memperoleh restu adat dan izin dari kepolisian.
Tuban (beritajatim.com) – Perselisihan yang sempat terjadi di lingkungan Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Klenteng Kwan Sing Bio Tuban akhirnya berakhir damai. Seluruh tokoh dan umat yang hadir dalam pertemuan rekonsiliasi sepakat mengakhiri perbedaan serta bersatu menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen yang akan digelar pada 5-6 Agustus 2026.
Kesepakatan damai tersebut dicapai dalam pertemuan yang berlangsung pada Kamis (16/7/2026) malam. Rapat dihadiri Ketua Komda PTITD Jawa Timur Gunawan Putra Wirawan, tokoh senior Alim Sugiantoro, Tio Eng Bo, Go Tjong Ping, Tan Aikok, Reni, Teguh, serta sekitar 60 umat yang menjadi saksi.
Dalam forum rekonsiliasi, para tokoh dari TITD Kwan Sing Bio dan TITD Tjoe Ling Kiong menyatakan komitmen untuk kembali bersatu sebagai satu keluarga besar. Mereka juga menyepakati bahwa pelaksanaan HUT Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen hanya akan dilaksanakan oleh satu kepanitiaan yang berada di bawah pengelola klenteng.
Tokoh senior TITD Kwan Sing Bio, Alim Sugiantoro, mengaku bersyukur atas tercapainya perdamaian tersebut. Menurutnya, persatuan menjadi modal penting untuk menjaga kerukunan umat sekaligus menyukseskan rangkaian perayaan hari besar keagamaan.
“Iya mohon doakan lancar ya,” tutur Alim Sugiantoro saat dikonfirmasi, Jumat (17/7/2026).
Alim mengatakan seluruh tokoh bersepakat menjaga kebersamaan agar tidak lagi muncul konflik maupun perbedaan yang berpotensi memecah persatuan umat.
Ia juga mengajak masyarakat Tuban untuk terus merawat Klenteng Kwan Sing Bio yang selama ini dikenal memiliki nilai sejarah, budaya, dan spiritual sehingga menjadi tujuan umat Tri Dharma dari berbagai daerah bahkan mancanegara.
“Peliharalah Klenteng Tuban ini oleh umat Tuban sendiri dengan sebaik-baiknya, karena umat dari luar kota bahkan luar negeri sangat mengagumi kesakralan dan keunikan kepercayaan di TITD Kwan Sing Bio Tuban,” ujarnya.
Menurut Alim, keputusan menggunakan satu kepanitiaan diharapkan memberikan kepastian bagi seluruh umat Tri Dharma di Indonesia yang ingin menghadiri perayaan HUT Kongco di Tuban.
Sementara itu, Tio Eng Bo menilai rekonsiliasi tersebut menjadi titik balik bagi keharmonisan umat Buddha, Dao, dan Konghucu di Kabupaten Tuban.
“Penyatuan ini adalah berkah luar biasa. Mulai hari ini, kita melangkah bersama demi ketenangan dan kemajuan klenteng kita tercinta,” tegas Tio Eng Bo.
Hal senada disampaikan Go Tjong Ping. Saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, ia memastikan seluruh pihak telah berdamai dan siap kembali melaksanakan kegiatan keagamaan secara bersama-sama.
“Iya sudah berdamai,” jelas Go Tjong Ping.
Menjelang puncak perayaan HUT Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen, pihak pengelola juga menjelaskan bahwa kirab budaya yang menjadi salah satu agenda utama akan diselenggarakan apabila memenuhi ketentuan adat dan kepercayaan, memperoleh restu Kongco Kwan Kong, serta mendapatkan izin dari pihak kepolisian.
Selain prosesi sembahyang bersama, rangkaian perayaan juga akan dimeriahkan penampilan sejumlah penyanyi, yakni Claudya Jiang, Tommy Hong, Vera Tjoeng, Erick Chen, dan Huang Mei Ling, serta pertunjukan dari Grup Tari TITD Hoo Tong Bio Banyuwangi.
Dengan tercapainya kesepakatan damai, seluruh umat berharap perayaan HUT Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen tahun ini dapat berlangsung khidmat, aman, dan menjadi momentum mempererat persaudaraan umat Tri Dharma di Indonesia. [dya/beq]






