Surabaya (beritajatim.com) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan kritik terbuka terhadap kinerja bawahannya, yakni para kepala dinas, lurah, dan camat, karena dianggap tidak sigap mengantisipasi kerusakan pedestrian di sejumlah titik.
Eri menekankan bahwa sebagai pemegang amanah rakyat, setiap pejabat dituntut menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan penuh tanggung jawab.
Ia mengingatkan dengan tegas bahwa makanan yang dimakan dan gaji yang diterima seluruh aparatur pemerintah berasal dari uang rakyat yang dihimpun melalui sistem pajak.
“Ingat loh, kita, njenengan, saya, ini kita makan digaji dari uang rakyat, dari pajak rakyat,” tegas Eri dalam arahannya saat apel bersama di Balai Kota Surabaya, Kamis pagi (17/7/2026).
Eri menegaskan para pejabat harus memiliki komitmen tinggi untuk melayani masyarakat, bukan justru mengabaikan fasilitas umum yang telah dibangun.
Ia menyoroti banyaknya pedestrian yang rusak akibat disalahgunakan sebagai jalur kendaraan atau lahan parkir, padahal fasilitas tersebut dibangun khusus untuk kenyamanan pejalan kaki.
“Pedestrian itu digunakan untuk pejalan kaki. Yang kedua, pedestrian itu dibangun dengan uang negara. Pecah semua, dinaiki mobil, dinaiki motor, pecah semua itu. Kalian lihat pedestrian,” paparnya.
Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Eri menginstruksikan dinas terkait agar bersikap lebih tegas dalam menegakkan aturan sehingga pedestrian tidak lagi dilalui kendaraan atau dijadikan tempat parkir.
Sebagai langkah konkret, ia meminta Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Trio Wahyu Bowo, mencopot petugas parkir yang terbukti lalai menjalankan tugas menjaga pedestrian hingga dua kali.
“Tukang parkir yang memarkirkan di atas pedestrian dan petugas itu sudah ada pernyataan yang dibuat sebelum dikasih KTA. Mas Trio (Kepala Dishub), ya tegas. Kalau diulang dua kali, ya harus diganti orangnya,” tandasnya. (rma/kun)






