Pasuruan (beritajatim.com) – Warga Kabupaten Pasuruan mendadak gempar menyusul terjadinya peristiwa dugaan pembunuhan sadis yang menimpa seorang perempuan lanjut usia di pemukiman padat penduduk. Korban yang selama ini dikenal ramah oleh tetangga sekitar ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi luka robek pada bagian wajah.
Aparat kepolisian langsung menerjunkan tim identifikasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara secara menyeluruh di lokasi rumah korban. Garis polisi dipasang di sekeliling bangunan untuk mencegah warga mendekat agar keaslian petunjuk penting di dalam ruangan tetap terjaga.
“Saat pintu kamar nenek saya buka, terlihat banyak darah di bagian kepala sisi kanan. Saya panik dan langsung keluar untuk memanggil ibu yang berada di belakang rumah,” isak cucu korban, Siti Khoiriyah (32).
Dirinya terkejut bukan main saat mengunjungi kediaman neneknya bernama Nurami (80) di Dusun Talang Lor, Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, pada Rabu (15/07/2026).
Indikasi awal mengenai adanya aksi kejahatan dengan kekerasan menguat setelah pihak keluarga memeriksa barang berharga milik korban yang hilang dari tubuhnya. Perhiasan emas berupa kalung dan gelang yang sehari-hari selalu dipakai oleh lansia malang tersebut sudah tidak ada di tempatnya.
Petunjuk lain berupa suguhan minuman di area depan mengindikasikan bahwa pelaku sempat berpura-pura menjadi tamu sebelum melancarkan aksi kejamnya. Sejumlah saksi mata di sekitar lingkungan juga melihat pergerakan mencurigakan dari seorang pengendara roda dua misterius yang tergesa-gesa meninggalkan halaman.
“Saat ini penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku dan memastikan seluruh rangkaian kejadian. Petugas tengah mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga serta para saksi di lokasi kejadian,” jelas Kasi Humas Polres Pasuruan, Iptu Joko Suseno.
Pihaknya menegaskan jajaran Satreskrim berupaya keras memburu pengendara motor Honda PCX putih yang sempat terlihat berhenti memakai masker di tikungan jalan.
Proses evakuasi jasad nenek yang berprofesi sebagai tukang pijat khusus anak tersebut mendapat pengawalan ketat dari petugas bersenjata lengkap. Ambulans kedokteran kepolisian membawa jenazah menuju fasilitas medis milik pemerintah daerah demi kepentingan autopsi forensik penentuan penyebab pasti kematian.
RSUD Grati dipilih sebagai lokasi pemeriksaan medis lanjutan untuk mengungkap jenis senjata yang digunakan pelaku untuk melukai korban. Pihak kepolisian mengimbau warga tetap tenang dan mempercayakan penuntasan kasus kriminal ini sepenuhnya kepada penegak hukum. (ada/ian)






