Surabaya (beritajatim.com) — Pendakian menuju Bukit Cendono yang berada di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo resmi ditutup sementara menyusul terjadinya kebakaran hutan di kawasan Pegunungan Anjasmoro, Pacet, Mojokerto, yang terjadi sejak Selasa (14/7/2026) malam.
Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk melindungi keselamatan pendaki sekaligus mendukung proses penanganan kebakaran yang masih berlangsung.
Bukit Cendono yang memiliki ketinggian sekitar 1.131 meter di atas permukaan laut (mdpl) merupakan salah satu destinasi favorit bagi pendaki di Jawa Timur. Jalur yang relatif ramah bagi pemula serta panorama alam yang indah membuat kawasan ini ramai dikunjungi, terutama saat musim liburan. Namun, demi alasan keselamatan, seluruh aktivitas wisata alam di kawasan tersebut untuk sementara waktu dihentikan.
Pengelola Tahura Raden Soerjo menjelaskan bahwa kebakaran yang terjadi di lereng Gunung Anjasmoro berpotensi membahayakan pengunjung. Selain risiko api yang dapat meluas sewaktu-waktu, kondisi cuaca yang tidak menentu juga menjadi pertimbangan utama dalam penutupan jalur pendakian.
“Demi keselamatan bersama, jalur pendakian ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. Penutupan ini diakibatkan telah terjadi kebakaran hutan di area sekitar. Kami juga sedang melakukan pemantauan kondisi cuaca yang tidak menentu. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya,” ujar pengelola melalui akun Instagram, (et) mtcendono.official.
Selain menjaga keselamatan pendaki dan masyarakat sekitar, penutupan sementara juga bertujuan memberikan kesempatan bagi proses pemulihan ekosistem yang terdampak kebakaran. Vegetasi yang rusak akibat api membutuhkan waktu untuk pulih, sehingga aktivitas manusia di kawasan tersebut perlu dibatasi agar tidak memperburuk kondisi lingkungan.
Selama masa penutupan, seluruh pengunjung dilarang melakukan berbagai aktivitas di kawasan Bukit Cendono. Larangan tersebut meliputi pendakian, berkemah, menyalakan api unggun maupun api dalam bentuk apa pun, hingga menerbangkan drone di sekitar lokasi.
Kebijakan ini diterapkan untuk meminimalkan potensi gangguan terhadap proses pemadaman sekaligus mencegah munculnya titik api baru.
Pihak pengelola juga mengimbau masyarakat agar mematuhi seluruh ketentuan yang telah ditetapkan. Pendaki diminta tidak memaksakan diri memasuki kawasan melalui jalur tidak resmi karena selain membahayakan keselamatan, tindakan tersebut juga dapat menghambat upaya petugas dalam menangani kebakaran.
Karena itu, pengunjung yang berencana melakukan pendakian di kawasan Bukit Cendono diimbau untuk terus memantau informasi resmi dari pengelola Tahura Raden Soerjo sebelum berangkat. Jalur pendakian baru akan dibuka kembali setelah kondisi dinyatakan aman dan kebakaran berhasil dikendalikan sepenuhnya. (fyi/ted)






