Pasuruan (beritajatim.com) – Langkah cepat diambil oleh jajaran legislatif daerah guna merespons tragedi kecelakaan maut beruntun yang merenggut nyawa di jalur arteri utama baru-baru ini. Parlemen daerah tidak ingin pembiaran infrastruktur yang rawan konflik lalu lintas ini terus menelan korban jiwa dari masyarakat pengguna jalan.
Agenda dengar pendapat akan segera disusun untuk mempertemukan para pemangku kebijakan yang bertanggung jawab atas pengelolaan marka dan rekayasa jalan raya. Evaluasi ini diarahkan secara spesifik untuk membedah kelemahan sistem keselamatan pada area turunan tajam yang menjadi titik rawan benturan.
”Nggih mas, ada rencana demikian. Rencana pemanggilan sejumlah instansi tersebut dilakukan untuk mengevaluasi rekayasa lalu lintas dan keselamatan berkendara sekaligus mencari solusi agar kecelakaan serupa tidak kembali terulang,” tegas Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan, M. Yusuf Daniyal.
Danial membenarkan langkah tegas ini diambil sebagai tindak lanjut atas laka maut di simpang Patung Sapi Pandaan pada Selasa (07/07/2026) yang mengakibatkan empat orang meninggal dunia.
Otoritas dewan saat ini tengah merapikan materi pokok bahasan sebelum surat undangan resmi dikirimkan ke masing-masing pimpinan lembaga eksekutif. Koordinasi awal secara informal telah dijajaki bersama berbagai unsur penegak hukum dan pengawas jalan lintas wilayah.
Keterlibatan instansi tingkat regional dipastikan sangat krusial mengingat status administrasi jalan di lokasi kejadian merupakan wewenang pemerintahan yang lebih tinggi. Pembagian peran yang jelas diharapkan mampu mempercepat eksekusi perbaikan fasilitas pengamanan di lapangan tanpa terkendala sekat birokrasi.
[irp posts=”1528203″ ]
“Jadi kami masih koordinasi dengan Satlantas, Dishub Kabupaten dan Provinsi perihal rekayasa lalu lintas dan keselamatan berkendara, karena jalur tersebut merupakan jalan nasional dan kewenangan provinsi. Meski demikian, kami belum dapat memastikan waktu pelaksanaan rapat evaluasi karena masih menyelaraskan jadwal bersama,” tambah Daniyal.
Pihaknya berjanji akan segera membuka hasil rekomendasi rapat kerja tersebut kepada publik begitu formulasi rekayasa lalu lintas disepakati bersama.
Di sisi lain, jajaran pimpinan dewan juga mengingatkan pentingnya pembuatan analisis dampak lingkungan dan lalu lintas yang berbasis pada data riil di lapangan. Lonjakan jumlah kendaraan yang melintas setiap tahunnya dinilai sudah tidak sebanding dengan kapasitas tampung ruas jalan yang ada saat ini.
“Kita mendorong pemda dan balai besar untuk melakukan kajian mendalam, lebih-lebih pada andalalin, karena agregat kendaraan setiap tahunnya yang melintas di jalur Patung Sapi sangat crowded. Hal tersebut dilakukan sebagai langkah konkret untuk meminimalisir kecelakaan yang terjadi di area tersebut,” pungkas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhamad Zaini.
Melalui dorongan kuat kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) ini, diharapkan jalur Surabaya-Malang tersebut segera mendapatkan penanganan teknis yang komprehensif. (ada/aje)






