Surabaya (beritajatim.com) – Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, secara resmi merombak total pendekatan taktis skuatnya dalam sesi pramusim kali ini akibat jadwal kompetisi resmi yang bergulir jauh lebih cepat dari perkiraan. Alih-alih berfokus penuh pada pemulihan fisik pemain di awal sesi seperti musim-musim sebelumnya, tim pelatih kini dipaksa memutar otak untuk meracik metode latihan hibrida demi menjaga kesiapan tim.
Perubahan mendadak ini menuntut proses adaptasi yang kilat serta luar biasa dari seluruh elemen skuat Bajol Jjo di lapangan. Tavares menegaskan bahwa timnya tidak memiliki kemewahan waktu untuk memisahkan fase latihan kebugaran dengan pemantapan strategi, sehingga restrukturisasi program kerja wajib langsung diterapkan sejak hari pertama.
“Inilah mengapa saya katakan bahwa ini adalah pramusim yang berbeda. Karena kita tidak bisa hanya fokus pada target fisik seperti yang biasa kami lakukan,” ujar Bernardo Tavares di Surabaya, Senin (13/7/2026).
Guna menyiasati mepetnya waktu persiapan, tim kepelatihan Green Force langsung menerapkan metode latihan terintegrasi yang menggabungkan berbagai aspek krusial sekaligus. Para penggawa Persebaya tidak lagi melulu melahap porsi latihan fisik di pusat kebugaran, melainkan langsung diperkenalkan dengan skema permainan kompleks yang memadukan unsur Fisik & Mental serta Taktis & Teknis secara simultan.
Tekanan berat kian terasa lantaran format kompetisi musim ini dinilai sangat kejam, di mana performa tim di akhir bulan perdana akan sangat menentukan langkah serta napas klub untuk bulan-bulan berikutnya. Jika Catur Arif dan kolega gagal tampil maksimal sejak peluit pertama dibunyikan, mereka terancam menghadapi jeda kompetisi yang terlalu lama dan berpotensi mematikan momentum performa tim.
Kendati dituntut untuk langsung tancap gas, juru taktik asal Portugal tersebut tetap menggarisbawahi pentingnya menjaga keseimbangan porsi latihan agar tidak menjadi bumerang bagi skuatnya. Target utamanya saat ini adalah membuat para pemain senyaman mungkin dengan metode baru ini tanpa harus mengorbankan keselamatan medis mereka akibat risiko cedera otot.
“Kita perlu menyeimbangkan target-target kita dalam latihan. Kita tidak bisa hanya menaruh target fisik, sebab setelah itu pemain akan kelelahan pada tanggal 19 dan 26,” jelas mantan pelatih jeli tersebut secara mendalam.
Tavares optimistis bahwa fleksibilitas taktik yang dipersiapkannya ini mampu membawa Persebaya keluar dari tekanan jadwal yang menghimpit. Alih-alih mengeluh, ia mengaku sangat tertantang untuk membuktikan bahwa skuat Green Force mampu beradaptasi dengan cepat di tengah perubahan iklim sepak bola nasional.
“Bagi saya, ini adalah pramusim yang berbeda, tetapi saya suka hal-hal yang berbeda. Mari kita coba melakukan adaptasi yang baik,” pungkas Tavares menutup sesi wawancara. [way/ian]






