Surabaya (beritajatim.com) – Suasana hangat penuh semangat mewarnai hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 di SMP At-Taqwa Surabaya. Sebanyak 104 peserta didik baru memulai perjalanan pendidikan mereka melalui kegiatan bertema “Tumbuh dalam Iman, Unggul dalam Prestasi.”
Hari pertama sekolah tidak hanya menjadi momen mengenakan seragam baru atau memasuki ruang kelas yang belum dikenal. Bagi para siswa, hari itu menjadi awal untuk belajar mandiri, membangun persahabatan, sekaligus mengenal lingkungan sekolah yang akan menjadi tempat mereka bertumbuh selama tiga tahun ke depan.
Karena itu, SMP At-Taqwa Surabaya merancang MPLS dengan pendekatan yang ramah, edukatif, dan menyenangkan agar seluruh peserta didik baru merasa diterima sebagai bagian dari keluarga besar sekolah.

Libatkan Orang Tua pada Hari Pertama Sekolah
Suasana semakin istimewa dengan kehadiran para wali murid yang mendampingi putra-putri mereka dalam kegiatan First Day School.
Kehadiran orang tua menjadi simbol estafet pendidikan dari keluarga kepada sekolah sekaligus bentuk dukungan moral bagi anak-anak yang memulai jenjang pendidikan baru.
Melalui pertemuan tersebut, sekolah dan orang tua membangun komitmen bersama untuk mendampingi siswa menjadi pribadi yang beriman, berkarakter, dan berprestasi.
Penyematan ID Card Jadi Simbol Awal Perjalanan
Rangkaian MPLS diawali dengan pembukaan resmi, dilanjutkan perkenalan guru dan tenaga kependidikan yang disambut antusias para peserta didik.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah prosesi penyematan ID Card kepada perwakilan siswa sebagai simbol diterimanya mereka menjadi bagian dari keluarga besar SMP At-Taqwa Surabaya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ustazah Menik Misiatun, S.Pd., mengatakan prosesi tersebut memiliki makna lebih dari sekadar seremonial.
“Momen ini tak sekadar simbolik, melainkan penanaman etika seperti yang sering dilakukan orang tua saat anak memasuki lingkungan baru,” ujarnya.

Kenalkan Budaya Sekolah dan Pendidikan Karakter
Selama MPLS, peserta didik juga diperkenalkan dengan budaya sekolah yang menjadi ciri khas SMP At-Taqwa Surabaya, mulai dari membiasakan salam, senyum, sapa, sopan, santun, menjaga kedisiplinan, menghormati guru, hingga membangun kebiasaan beribadah dan berakhlak mulia.
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pendidikan bukan hanya tentang meraih prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter yang kuat,” jelas Ustazah Menik.
Selain itu, kakak-kakak OSIS turut memperkenalkan berbagai Student Club dan kegiatan ekstrakurikuler sebagai wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat, minat, serta kemampuan kepemimpinan.
Kolaborasi Sekolah dan Keluarga Jadi Kunci
Kepala SMP At-Taqwa Surabaya, Ustazah Djamilah, M.Pd., menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik, bukan sekadar memberikan ilmu pengetahuan.
“Sekolah tidak hanya belajar dan mencari nilai, tetapi juga membentuk karakter dan budaya baik. Untuk itu MPLS harus didesain secara menyenangkan untuk mengawali tujuan ideal tersebut,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang erat antara sekolah dan keluarga. Oleh sebab itu, keterlibatan orang tua sejak hari pertama menjadi langkah penting dalam membangun komunikasi dan kepercayaan.
Dengan mengusung tema “Tumbuh dalam Iman, Unggul dalam Prestasi,” SMP At-Taqwa Surabaya berharap seluruh peserta didik tidak hanya mampu meraih prestasi akademik, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, peduli terhadap sesama, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi 104 siswa baru, MPLS 2026 menjadi awal perjalanan untuk belajar, bertumbuh, dan mengembangkan potensi terbaik. Lebih dari sekadar agenda penyambutan, kegiatan ini menjadi fondasi terbentuknya sinergi antara sekolah, keluarga, dan peserta didik dalam mencetak generasi yang beriman, berkarakter, dan berprestasi. [but]






