Ringkasan Berita
Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri berlangsung penuh haru saat orang tua mengantarkan anak mengikuti sistem pendidikan berasrama (boarding school).
Para wali murid menilai program Sekolah Rakyat menjadi kesempatan besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas secara gratis.
Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 kini menampung 192 siswa asal Kota Kediri serta 30 siswa jenjang SMP dari Kabupaten Mojokerto.
Pemerintah Kota Kediri menyiapkan 37 guru tamu dan 28 tenaga kependidikan untuk mendukung proses belajar sekaligus masa adaptasi siswa di lingkungan asrama.
Kediri (beritajatim.com) – Suasana haru sekaligus penuh kebanggaan mewarnai pelaksanaan Open House Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri, Senin (13/7/2026). Momentum dimulainya sistem pendidikan berasrama (boarding school) bagi jenjang SD, SMP, hingga SMA menjadi babak baru bagi ratusan peserta didik yang akan menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Program yang merupakan bagian dari kebijakan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial bersama Pemerintah Kota Kediri itu disambut antusias para orang tua yang berharap anak-anak mereka memperoleh masa depan lebih baik.
Orang Tua Haru Lepas Anak Tinggal di Asrama
Salah seorang wali murid jenjang SD, Sri Hartatik, mengaku sangat bersyukur anaknya memperoleh kesempatan belajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2.
Menurutnya, fasilitas pendidikan yang lengkap serta seluruh kebutuhan sekolah yang diberikan secara gratis menjadi harapan baru bagi keluarganya.
“Sebagai orang tua, melihat anak saya bisa masuk ke sekolah dengan fasilitas selengkap ini adalah berkah yang luar biasa. Jujur ada rasa haru saat melepasnya tinggal di asrama hari ini, tetapi rasa bangga saya jauh lebih besar,” ungkap Sri Hartatik.
Ia meyakini pendidikan berasrama tidak hanya membentuk kemampuan akademik, tetapi juga melatih kemandirian anak sejak usia dini.
Fasilitas Lengkap Jadi Harapan Masa Depan Anak
Hal senada disampaikan Soni, orang tua siswa jenjang SMP. Ia menilai Sekolah Rakyat memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.
Menurutnya, keberadaan fasilitas pendukung seperti pengembangan bakat di bidang olahraga maupun seni menjadi nilai tambah bagi peserta didik.
“Kami sangat mengapresiasi komitmen Wali Kota Kediri dan seluruh pihak yang mewujudkan sekolah ini. Ini adalah investasi masa depan yang nyata bagi anak kami untuk meraih cita-citanya setinggi langit,” ujarnya.
Tampung 222 Peserta Didik
Saat ini Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri menjadi rumah kedua bagi 192 peserta didik asal Kota Kediri yang berasal dari jenjang SD, SMP, dan SMA.
Selain itu, sekolah juga menerima 30 peserta didik jenjang SMP asal Kabupaten Mojokerto sebagai bagian dari kerja sama pelaksanaan program.
Dengan konsep pendidikan berasrama, para siswa tidak hanya mengikuti pembelajaran formal, tetapi juga mendapatkan pembinaan karakter dan pendampingan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemkot Kediri Siapkan Guru dan Pendamping
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, menegaskan Pemerintah Kota Kediri bersama Kementerian Sosial berkomitmen mengawal operasional Sekolah Rakyat agar berjalan optimal.
Untuk mendukung proses pembelajaran, pemerintah telah menyiapkan 37 guru tamu dari Dinas Pendidikan serta 28 tenaga kependidikan yang berasal dari unsur eks-pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Selain mendampingi kegiatan belajar, para tenaga kependidikan juga bertugas membantu proses adaptasi siswa selama tinggal di asrama.
“Pemerintah Kota Kediri berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh anak-anak kita mendapatkan hak pendidikan dan pengasuhan yang layak. Kami tidak hanya menyiapkan fasilitas fisik yang saat ini sudah mencapai 94 persen, tetapi juga memastikan kehadiran tenaga pengajar dan pendamping yang kompeten,” kata Imam Muttakin.
Ia menambahkan proses penjaringan peserta didik baru masih terus dilakukan hingga masa Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berakhir agar semakin banyak anak memperoleh kesempatan mengikuti program tersebut.
Keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 diharapkan menjadi solusi pemerataan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu sekaligus mencetak generasi yang mandiri, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan. [nm/aje]






