Gresik (beritajatim.com)– Hari pertama masuk sekolah tak lagi identik dengan ketegangan atau tradisi perpeloncoan. Di Kabupaten Gresik, ribuan siswa baru memulai perjalanan pendidikan mereka dengan suasana yang jauh berbeda.
Mereka disambut lingkungan sekolah yang ramah, program Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga peluncuran Sekolah Moderasi Beragama yang menjadi langkah baru membangun karakter generasi muda.
Suasana hangat itu tampak saat Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani memimpin apel pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah di UPT SMPN 1 Gresik. Dihadapan para siswa, guru, dan orang tua, ia menegaskan bahwa hari pertama sekolah harus menjadi pengalaman yang menyenangkan, bukan menakutkan.
Menurut Bupati yang akrab disapa Gus Yani tersebut, MPLS bukan sekadar agenda tahunan untuk mengenalkan lingkungan sekolah. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi pondasi membangun budaya pendidikan yang bebas dari perundungan, kekerasan, maupun praktik-praktik yang tidak mendidik.
“Semua siswa harus merasa aman, nyaman, percaya diri, dan bahagia saat memulai perjalanan pendidikannya. Sekolah harus menjadi rumah kedua yang penuh semangat belajar,” ujarnya,” Senin (13/7/2026).
Tak hanya membuka MPLS, pemerintah daerah juga meluncurkan ‘Sekolah Moderasi Beragama’ di SMPN 1 Gresik. Program ini diproyeksikan menjadi benteng bagi generasi muda agar tumbuh dengan sikap toleran, menghargai perbedaan, sekaligus menjunjung tinggi nilai kebangsaan dan kemanusiaan.
“Anak-anak harus belajar menghormati sesama, baik yang mayoritas maupun minoritas. Nilai toleransi harus ditanamkan sejak dini agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berkarakter,” katanya.
Bupati dua periode ini berharap seluruh sekolah nantinya dapat menjadi rujukan Sekolah Moderasi Beragama. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi jangka panjang menciptakan lingkungan pendidikan yang humanis sekaligus memperkuat pendidikan karakter.
Usai membuka MPLS, Gus Yani sapaan akrabnya tidak langsung meninggalkan lokasi. Ia memilih berkeliling menuju ruang-ruang kelas untuk melihat langsung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan selama satu tahun di Gresik.
Di sela peninjauan, ia berdialog dengan para siswa mengenai menu makanan yang mereka terima. Beberapa siswa bahkan menyampaikan harapan sederhana, yakni adanya tambahan susu dalam paket makan bergizi.
Masukan itu mendapat perhatian Bupati. Ia mengapresiasi kesiapan sekolah dan penyedia makanan yang tetap menjaga kualitas, kebersihan, serta porsi menu pada hari pertama masuk sekolah.
“Saya memang ingin melihat langsung pelaksanaannya di kelas. Tadi ada masukan dari siswa agar menu dilengkapi susu. Ini menjadi perhatian bersama agar kualitas program MBG terus meningkat,” ungkapnya.
Di era serba modern saat ini, pendidikan yang baik tidak hanya dimulai dari ruang kelas, tetapi juga dari lingkungan sekolah yang aman dan kebutuhan gizi yang terpenuhi. Untuk itu, MPLS Ramah, Sekolah Moderasi Beragama, dan Makan Bergizi Gratis dipadukan sebagai langkah awal membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, serta menghargai keberagaman sejak hari pertama mereka mengenakan seragam sekolah. (dny/ted)






