Jember (beritajatim.com) – Tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) kembali menjuarai Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI). Mereka akan mewakili Indonesia dalam ajang Kontes Robot ABU Robocon Internasional di Hong Kong, Agustus 2026.
Robot Richie milik ITS mengalahkan robot Maestro Evo buatan mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dengan skor 160-20 dalam babak final, di gedung Auditorium Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (12/7/2026).
Selain menjadi juara, robot Richie milik ITS menyabet gelar Best Design atau Desain Terbaik. Muhammad Azmi Ikhsan, salah satu anggota tim ITS, mengatakan, butuh waktu sembilan bulan untuk membuat robot tersebut. Butuh biaya setidaknya Rp 50 juta untuk membuat satu unit robot.
Tak mudah membuat robot otomatis. “Robotnya tidak dikendalikan, dan mekanismenya juga karena robot itu naik turun tangga yang lumayan tinggi. Robot itu juga harus berkolaborasi yang membutuhkan komunikasi,” katanya.
Sementara itu, Isna Bagus Purnawan dari Universitas Negeri Yogyakarta, mulai membuat robot untuk bertanding pada Agustus 2026. “Kendala di lapangan pastinya dari segi teknologi yang terus berkembang. Jadi semakin hari tantangannya pasti ada,” katanya.
Selain ITS dan UNY yang menempati dua besar teratas, juara ketiga disabet tuan rumah Universitas Jember dengan robot Lahbako-san yang diikuti robot Brido WCT bikinan Universitas Airlangga di peringkat keempat atau juara harapam pertama.
Juara harapan kedua diraih robot D’Rimau dari Universitas Sriwijaya, Barelang V buatan Politeknik Negeri Batam, Blakasutha buatan Universitas Jenderal Soedirman, dan Magis Team bikinan Universitas Sanata Dharma.
Penghargaan khusus Best Strategy diberikan kepada Maestro Evo dari Universitas Negeri Yogyakartac. Best K3 diberikan kepada Garudago dari Institut Teknologi Bandung. Best Innovation disabet Lahbako-san dari Universitas Jemberd.
Penghargaan Best Spirit diberikan untuk robot Napopa buatan mahasiswa Universitas Tadulakoe. Sementara Best Sportifitas diberikan untuk robot Barelang V buatan Politeknik Negeri Batam.
Beny Bandanadjaja, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, berharap wakil Indonesia di Hong Kong nanti mampu membuat Merah Putih berkibar di panggung internasional.
“Ingatlah, setiap juara pernah merasakan jatuh dan kegagalan. Gelar juara bukanlah sesuatu yang datang dengan mudah, melainkan buah dari kerja keras, ketekunan, dan keberanian untuk terus bangkit,” katanya.
Sementara Rektor Universitas Jember Iwan Taruna mengatakan, selain hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang ditampilkan, keberhasilan sebuah inovasi diukur dari karakter, kerja keras, dan semangat para mahasiswa yang berada di balik setiap robot.
“Sesungguhnya yang paling mengesankan bukan robotnya, melainkan orang-orang di balik robot tersebut. Ketekunan, kolaborasi, dan keberanian untuk terus mencoba ketika orang lain memilih berhenti adalah nilai yang sesungguhnya,” katanya. [wir/but]






