Ringkasan Berita
* PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) menggelar kegiatan Panen Tebu Bersama di Kebun Pabrik Gula (PG) Semboro, Jember, pada 9 Juli 2026.
* Agenda ini dihadiri oleh Direktur Utama PT SGN Mahmudi, KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono, dan Ketua Dewan Pembina APTRI Arum Sabil.
* Kolaborasi lintas sektor ini mempertegas pentingnya industri gula sebagai pilar ketahanan pangan nasional.
* Dalam mendukung target swasembada gula konsumsi nasional sebesar 2,3 juta ton, PG Semboro mengandalkan kapasitas giling harian sebesar 6.500 hingga 7.000 TCD.
* Strategi peningkatan juga dilakukan di sisi lahan dengan target produktivitas 80 ton tebu per hektar serta menjaga tingkat rendemen di kisaran 7,5 persen hingga 8,2 persen melalui kemitraan kuat bersama petani.
————————————————————————————
Jember (beritajatim.com) – Langkah Indonesia menuju kemandirian pangan kembali mendapat dorongan kuat dari sektor pergulaan. PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN Tiga (Persero), menggelar aksi Panen Tebu Bersama di Kebun Pabrik Gula (PG) Semboro, Jember.
Agenda strategis ini tidak hanya melibatkan petani dan pelaku industri, tetapi juga dihadiri langsung oleh Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono. Kehadiran petinggi militer ini menegaskan bahwa urusan pangan, khususnya komoditas gula, kini telah bergeser menjadi isu krusial dalam domain ketahanan nasional.
Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menyatakan bahwa TNI siap mendukung stabilitas pangan demi menjaga kedaulatan negara. Beliau menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari ketahanan nasional.
Kolaborasi PT SGN dan petani menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan strategis yang membutuhkan dukungan seluruh elemen bangsa.
Di sisi lain, Direktur Utama PT SGN, Mahmudi, menekankan pentingnya integrasi hulu-hilir dalam ekosistem tebu. Menurutnya, efisiensi di pabrik tidak akan berarti tanpa adanya jaminan produktivitas dari lahan petani. Penguatan ekosistem industri gula menjadi fondasi utama untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta mendukung target swasembada gula nasional.
Mahmudi meyakini bahwa keberhasilan industri gula adalah keberhasilan bersama yang harus digerakkan dalam satu visi.
Untuk menakar peta jalan swasembada tersebut, sejumlah target operasional yang terukur telah diterapkan di lapangan. Pabrik Gula Semboro saat ini memiliki kapasitas giling mencapai 6.500 hingga 7.000 Ton Cane per Day (TCD), menjadikannya salah satu tulang punggung produksi gula di wilayah Jawa Timur.
Sementara itu, di sisi hulu, target produktivitas lahan dipatok sebesar 80 ton tebu per hektar yang dioptimalkan melalui program bongkar ratoon dan penggunaan bibit unggul. Dari sisi kualitas proses, standardisasi rendemen dijaga pada kisaran 7,5 persen hingga 8,2 persen demi meningkatkan efisiensi ekstraksi di dalam pabrik. Seluruh upaya ini bermuara pada kontribusi optimal terhadap target swasembada gula konsumsi nasional sebesar 2,3 juta ton.
Ketua Dewan Pembina APTRI (Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia), Arum Sabil, mengingatkan bahwa angka-angka target ini hanya bisa dicapai jika petani mendapatkan kepastian usaha.
Petani membutuhkan kepastian harga, pendampingan teknologi, dan sinergi yang berperan sebagai fondasi utama. Ketika petani tumbuh bersama pabrik gula, maka industri gula nasional otomatis akan semakin kuat.
Melalui momentum panen bersama ini, PT SGN berkomitmen untuk terus menerapkan inovasi budidaya tebu guna memberikan nilai tambah nyata bagi kesejahteraan petani sekaligus mengamankan pasokan gula nasional.[rea]






