Ringkasan Berita
- Puluhan PJU di Jalan Panglima Sudirman dicopot untuk mendukung revitalisasi pedestrian.
- Dishub meminta masyarakat lebih waspada saat melintas pada malam hari.
- Lampu penerangan sementara akan dipasang selama proyek berlangsung.
- Proyek revitalisasi ditargetkan selesai pada Desember 2026.
Kediri (beritajatim.com) – Puluhan Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Panglima Sudirman, Kota Kediri, mulai dicopot sebagai bagian dari proyek revitalisasi pedestrian yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Selama proses pembangunan berlangsung, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintas pada malam hari karena penerangan jalan berkurang.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri, Arief Cholisudin Yuswanto, menjelaskan pencopotan PJU dilakukan atas permintaan Dinas PU agar proses pembongkaran dan pembangunan pedestrian dapat berlangsung aman serta tidak membahayakan pekerja maupun pengguna jalan.
PJU Dicopot Demi Keamanan Pengerjaan
Arief menjelaskan posisi tiang PJU berada di area pedestrian yang akan direvitalisasi sehingga harus dilepas terlebih dahulu.
Selain memberikan ruang bagi alat berat dan pekerja, langkah tersebut juga bertujuan menghindari risiko kecelakaan akibat jaringan kabel listrik yang berpotensi rusak saat proses pembongkaran.
“Jadi itu pencopotan lampu PJU kaitannya dengan kegiatan dari PU yang akan merevitalisasi pedestrian di Jalan Panglima Sudirman. Untuk PJU-nya diminta dari teman-teman PU agar dilepas terlebih dahulu,” katanya.
Ia menambahkan, pemadaman lampu dilakukan sejak awal pekerjaan agar proses pembongkaran berjalan lebih aman.
“PJU berada di sekitar pedestrian. Daripada pembongkarannya tidak maksimal, dari sekarang dimatikan semuanya. Khawatirnya kalau kabel sampai terkelupas saat pembongkaran justru membahayakan keselamatan,” ujarnya.
Lampu Sementara Akan Dipasang
Meski revitalisasi hanya berlangsung pada sebagian ruas jalan, pemadaman PJU berpotensi terjadi di sepanjang Jalan Panglima Sudirman karena jaringan listrik saling terhubung.
Untuk mengurangi dampak minimnya penerangan, Dishub telah meminta Dinas PU bersama kontraktor menyediakan lampu penerangan sementara.
Skema tersebut akan mengadopsi sistem yang sebelumnya diterapkan saat pekerjaan jalan di kawasan Semampir dan Jalan Mayor Bismo, yakni dengan memasang lampu sementara di sepanjang area proyek.
“Kami meminta PU menyediakan penerangan jalan sementara. Gambaran penerapannya seperti saat proyek di Jalan Mayor Bismo, ditambah lampu-lampu sementara agar pengguna jalan tetap dapat melihat kondisi sekitar dengan baik,” terang Arief.
Menurutnya, pengadaan lampu sementara menjadi tanggung jawab kontraktor, sedangkan Dishub berperan melakukan koordinasi dan pengawasan.
Penutupan Jalan Masih Menunggu Jadwal
Selain revitalisasi pedestrian, proyek di Jalan Panglima Sudirman juga mencakup pembangunan crossing saluran.
Selama pekerjaan pedestrian berlangsung, arus lalu lintas dipastikan tetap normal tanpa penutupan jalan.
Namun, ketika pembangunan crossing dimulai, penutupan total ruas jalan berpotensi diberlakukan agar pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat.
“Saat pembangunan crossing kemungkinan besar jalan ditutup total. Jika ditutup penuh, pekerjaan diperkirakan selesai dalam 10 hari. Jika hanya ditutup sebagian, pengerjaan bisa memakan waktu sekitar 25 hari,” jelasnya.
Dishub menyebut jadwal penutupan jalan masih menunggu koordinasi lebih lanjut dengan Dinas PU karena saat ini kontraktor masih memprioritaskan pekerjaan revitalisasi pedestrian.
Proyek Ditargetkan Rampung Desember
Secara keseluruhan, proyek revitalisasi Jalan Panglima Sudirman ditargetkan selesai sesuai kontrak pada Desember 2026.
Meski demikian, Arief mengatakan tidak menutup kemungkinan pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat apabila progres di lapangan berjalan sesuai rencana.
“Kalau sesuai permohonan dari teman-teman PU, pengerjaan sampai Desember. Namun tetap ada kemungkinan selesai lebih cepat, tergantung perkembangan pekerjaan di lapangan,” ujarnya.
Dishub Kota Kediri mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintasi Jalan Panglima Sudirman, khususnya pada malam hari, mengingat penerangan jalan akan berkurang selama proses revitalisasi berlangsung.
“Harapan kami masyarakat yang melintas di Jalan Panglima Sudirman lebih berhati-hati dan menyesuaikan dengan kondisi pekerjaan yang sedang berlangsung,” pungkas Arief. [nm/ian]






