Malang (beritajatim.com) – Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses memfasilitasi para pelajar berprestasi di Jawa Timur dalam mengamankan legalitas karya mereka dengan meraih Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Keberhasilan mengawal delapan karya inovatif siswa ini mendapat respons positif dari Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Perwakilan Puspresnas, Ulfan Taufiq, menyatakan berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi di lapangan, skema pembinaan yang diterapkan UMM berjalan sangat maksimal.
Ulfan menggarisbawahi bagaimana atmosfer akademik di UMM mampu memantik semangat belajar peserta yang melampaui target awal. Para siswa dinilai menunjukkan keseriusan tinggi, bahkan rela memanfaatkan waktu di luar jam pelatihan resmi demi menyempurnakan proyek inovasi mereka.
“Semangat membara dari para peserta untuk terus belajar dan berkolaborasi di luar jam pelajaran ini menjadi bukti bahwa program di UMM berjalan sangat apik, sehingga pengalaman berharga ini harus disebarluaskan saat mereka kembali ke sekolah,” ujar Ulfan Taufiq dalam sambutannya saat penutupan Program Bina Talenta Indonesia (BTI) 2026 yang digelar pada Senin (6/7/2026).
Sementara itu, Ketua Pelaksana BTI UMM, Dr. Dyah Worowirastri Ekowati, M.Pd., menjabarkan bahwa agenda ini diikuti oleh 37 siswa terpilih. Puluhan pelajar tersebut merupakan delegasi dari 11 sekolah yang tersebar di lima kota di wilayah Jawa Timur.
Selama menjalani masa karantina intensif di UMM, para peserta digembleng dengan sepuluh modul keilmuan mutakhir. Tidak hanya teori di dalam kelas, mereka juga diterjunkan langsung untuk melakukan observasi lapangan di kawasan wisata Sumber Maron, sebelum akhirnya masuk ke tahapan rancangan proyek solusi masalah.
Dyah menyebutkan, intervensi pembelajaran ini terbukti efektif mendongkrak kapasitas akademik siswa hingga 95 persen berdasarkan hasil evaluasi. Hasil akhir dari kerja keras tersebut terwujud dalam delapan produk inovasi serta satu karya visual kelompok yang kini telah resmi mengantongi perlindungan hak cipta.
“Alhamdulillah, berkat dedikasi luar biasa dalam mengerjakan proyek tanpa mengenal lelah dari siang hingga malam hari, adik-adik peserta berhasil menghasilkan delapan karya inovatif yang langsung kami daftarkan dan sukses memperoleh Hak Cipta,” terang Dyah, Rabu (8/7/2026).
Pihak universitas pun sudah menyiapkan skema keberlanjutan pascapelatihan. UMM mewajibkan seluruh alumni BTI 2026 untuk menyusun narasi komprehensif terkait pengalaman dan hasil riset mereka ke dalam bentuk karya tulis ilmiah.
Wakil Rektor I UMM, Prof. Akhsanul In’am, Ph.D., menegaskan bahwa kumpulan tulisan para siswa tersebut nantinya akan dihimpun dan diterbitkan secara profesional oleh UMM dalam format book chapter berskala nasional. Buku tersebut nantinya juga akan langsung didaftarkan HKI-nya agar memiliki perlindungan hukum yang kuat.
“Sepandai dan setinggi apa pun kecerdasan seseorang, ia tidak akan pernah mencetak sejarah jika tidak menulis. Maka, jadikanlah perolehan Hak Cipta dan tulisan kalian di UMM ini sebagai ukiran prestasi abadi yang terus dikenang serta menebar manfaat nyata,” tegas Akhsanul. (dan/kun)






