Kediri (beritajatim.com) – Keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pendidikan tinggi. Berangkat dari komitmen tersebut, PSDKU Universitas Brawijaya (UB) Kediri terus memperkuat budaya kesiapsiagaan melalui kegiatan Peningkatan Kapasitas Kesiapsiagaan Bencana Kebakaran dan Perawatan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang diselenggarakan pada Rabu (24/6/2026).
Pelatihan yang diikuti oleh satuan pengamanan (Satpam), tenaga kependidikan, dosen, laboran, Tim Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L), serta perwakilan mahasiswa ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran sekaligus keterampilan warga kampus dalam menghadapi potensi kebakaran.
Dengan melibatkan berbagai unsur, PSDKU UB Kediri menegaskan bahwa keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas keamanan, melainkan budaya yang harus dimiliki oleh seluruh sivitas akademika.
Menurut Ketua K3L PSDKU UB Kediri sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan, Santi Kusuma Fajarwati, S.Pd., M.Pd., upaya menciptakan kampus yang aman harus diawali dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Keselamatan merupakan investasi yang harus dibangun melalui edukasi dan pembiasaan. Dengan memahami cara mencegah kebakaran, mengenali potensi risiko, serta mampu menggunakan APAR dengan benar, sivitas akademika dapat memberikan respons yang cepat dan tepat sehingga risiko kerugian maupun korban dapat diminimalkan. Kami berharap budaya keselamatan ini menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari di PSDKU UB Kediri,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh pembekalan mengenai identifikasi potensi penyebab kebakaran, langkah-langkah pencegahan, serta prosedur penanganan awal ketika terjadi keadaan darurat.
Materi disampaikan oleh tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (DAMKAR) Kota Kediri yang menjelaskan bahwa sebagian besar kejadian kebakaran dapat dicegah melalui disiplin dalam penggunaan instalasi listrik, pengelolaan bahan mudah terbakar, serta kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja.
Tidak berhenti pada materi di dalam kelas, peserta juga mengikuti praktik penggunaan APAR secara langsung. Mereka mempelajari cara memeriksa kondisi tabung, mengenali fungsi setiap komponen APAR, membuka pin pengaman, hingga teknik pemadaman api yang aman dan efektif.
Simulasi tersebut memberikan pengalaman nyata sehingga peserta lebih siap melakukan tindakan awal apabila menghadapi kebakaran berskala kecil.
Selain kemampuan menggunakan APAR, peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya inspeksi dan perawatan alat pemadam secara berkala.
APAR yang tersedia di lingkungan kampus harus dipastikan selalu berada dalam kondisi layak pakai melalui pemeriksaan tekanan tabung, segel pengaman, masa berlaku, dan penempatan yang mudah dijangkau. Langkah ini menjadi bagian penting dari sistem manajemen keselamatan untuk meminimalkan risiko ketika terjadi keadaan darurat.
Melalui kegiatan ini, PSDKU UB Kediri terus menanamkan budaya Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) sebagai fondasi dalam mendukung proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Lingkungan kampus yang aman tidak hanya memberikan rasa nyaman bagi sivitas akademika, tetapi juga menciptakan ekosistem pembelajaran yang lebih berkualitas dan berkelanjutan.
Pelaksanaan pelatihan ini juga menjadi wujud kontribusi PSDKU UB Kediri dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) melalui penguatan budaya keselamatan dan perlindungan kesehatan di lingkungan kampus, Tujuan 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan kapasitas serta literasi mitigasi bencana bagi sivitas akademika, dan Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kediri dalam membangun kampus yang tangguh terhadap risiko bencana. (aga)






