Kediri (beritajatim.com) — Suasana hangat dan penuh semangat terasa di lingkungan PSDKU Universitas Brawijaya Kediri pada hari ini dalam rangka kunjungan edukatif dari SMAN 1 Plosoklaten. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pengenalan dunia perguruan tinggi kepada siswa sejak dini, sekaligus menjawab tingginya minat siswa terhadap Kampus Universitas Brawijaya di Kediri.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari guru pendamping yang mewakili pihak sekolah. Dalam penyampaiannya, dijelaskan bahwa peserta kunjungan merupakan siswa kelas X, termasuk dari kelas prestasi yang dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan di Indonesia.
Ia juga menyampaikan capaian membanggakan, di mana pada tahun ini sebanyak tujuh siswa berhasil lolos ke Universitas Brawijaya Kediri, terdiri dari empat siswa melalui jalur SNBP dan tiga siswa melalui jalur SNBT. Ke depan, pihak sekolah berharap jumlah tersebut dapat terus meningkat.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan oleh Direktur PSDKU UB Kediri, Prof. Dr. Ir. Sholeh Hadi Pramono, M.S. yang memperkenalkan profil kampus secara menyeluruh, mulai dari jumlah mahasiswa, lulusan, hingga tenaga pengajar.
Berbagai fasilitas kampus turut diperkenalkan, seperti perpustakaan, akses wifi, laboratorium, serta organisasi mahasiswa yang aktif dan terus berkembang. Selain itu, disampaikan pula bahwa fasilitas dan kegiatan akademik di UB Kediri memiliki kualitas yang tidak kalah dengan kampus utama di Malang.
Antusiasme siswa terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Hal ini tercermin dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, mulai dari informasi beasiswa, jalur masuk perguruan tinggi, hingga program akademik seperti PKL dan KKN yang akan dijalani selama masa perkuliahan. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan wawasan sekaligus motivasi bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Pada akhirnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan 1 (Tanpa Kemiskinan), 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), 4 (Pendidikan Berkualitas), dan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan), karena melalui akses informasi pendidikan tinggi dan peluang beasiswa dapat membantu membuka jalan peningkatan kesejahteraan ekonomi di masa depan (SDGs 1).
Lingkungan kampus yang mendukung kesejahteraan mahasiswa turut membentuk individu yang sehat dan produktif (SDGs 3), kegiatan ini secara langsung meningkatkan literasi dan akses terhadap pendidikan berkualitas (SDGs 4), serta terjalinnya kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi mencerminkan penguatan kemitraan dalam dunia pendidikan (SDGs 17). (aga)






