Bondowoso (beritajatim.com) – Dinas Bina Marga, Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (BSBK) Bondowoso membuka kesempatan bagi seluruh pemerintah desa (pemdes) untuk mengajukan bantuan hibah aspal guna mendukung perbaikan jalan secara swadaya. Program tersebut memanfaatkan hibah aspal yang diterima dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Kepala Dinas BSBK Bondowoso, Ansori, mengatakan hingga saat ini sudah ada tiga desa yang mengajukan usulan, yakni Desa Kembang dan Desa Gunosari di Kecamatan Tlogosari serta Desa Mangli di Kecamatan Pujer.
“Aspal drum itu selama ini sudah diusulkan oleh tiga desa. Namun kami persilakan desa-desa lain yang memiliki kesiapan material dan tenaga kerja untuk mengajukan usulan,” kata Ansori usai rapat kerja bersama Komisi III DPRD Bondowoso, Senin (6/7/2026).
Menurut Ansori, dalam skema tersebut BSBK menyediakan aspal yang berasal dari hibah Pemerintah Provinsi Jawa Timur, sedangkan pelaksanaan pekerjaan dilakukan secara kolaboratif oleh pemerintah desa bersama masyarakat.
Setelah usulan diterima, tim teknis BSBK akan melakukan survei ke lokasi untuk menghitung kebutuhan aspal sesuai kondisi ruas jalan yang akan diperbaiki.
“Kami menyiapkan aspal dari hibah provinsi. Nanti tim kami akan turun ke lokasi untuk menyesuaikan kebutuhan di lapangan. Tidak bisa disamaratakan karena setiap ruas jalan memiliki tingkat kerusakan yang berbeda,” ujarnya.
Ansori menjelaskan, BSBK menerima hibah sebanyak 250 drum aspal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2025. Namun, bantuan tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena saat itu masih terkendala ketersediaan material pendukung.
Memasuki awal 2026, kebutuhan material pendukung telah tersedia sehingga stok hibah aspal mulai dimanfaatkan untuk mendukung pemeliharaan jalan di sejumlah titik di Kabupaten Bondowoso.
Ia menegaskan, hibah aspal tersebut berbeda dengan anggaran penanganan jalan yang digunakan untuk pengalihan arus akibat ambruknya Jembatan Sentong. Penanganan jalan di lokasi tersebut memiliki skema pembiayaan tersendiri.
Selain menjalankan program hibah aspal, BSBK juga tetap memprioritaskan pemeliharaan rutin jalan kabupaten sepanjang 2026. Menurut Ansori, kebijakan tersebut merupakan arahan Bupati Bondowoso agar kerusakan jalan dapat ditangani sejak dini sehingga tidak berkembang menjadi kerusakan yang lebih parah.
Karena itu, pihaknya juga mengusulkan penambahan anggaran pemeliharaan rutin. Menurutnya, alokasi anggaran yang tersedia saat ini masih belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan penanganan ruas jalan kabupaten yang mengalami kerusakan. (awi/but)






