Jember (beritajatim.com) – Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur, membangun kekuatan jaringan alumni yang tergabung dalam Keluarga Alumni Universitas Jember (Kauje). Saatnya Unej memanfaatkan jejaring alumni untuk berkontribusi bagi pembangunan, terutama pembangunan daerah.
“Sampai sekarang alhamdulillah kami terus berkoordinasi baik Kauje. Database alumni terus kita susun, kita perbaiki, kita refresh, sehingga kita betul-betul bisa menemukan alumni-alumni berpotensi,” kata Rektor Universitas Jember Iwan Taruna, di sela-sela acara Kauje Fest yang digelar di Jember, 3-5 Juli 2026.
Kauje Fest menjadi agenda rutin untuk berkonsolidasi. Kurang lebih tujuh ribu orang alumni berkumpul pada Sabtu (4/7/2026) pagi di kampus Unej untuk mengikuti Jalan Gembira Nasional III. Jumlah ini lebih besar dibandingkan dua kegiatan serupa pada tahun-tahun sebelumnya.
Sejumlah kepala daerah yang pernah kuliah di Universitas Jember hadir. Bupati Lumajang Indah Amperawati, Bupati Sitobondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Walikota Pasuruan Adi Wibowo, Pejabat Sekretaris Daerah Jember Achmad Imam Fauzi bertemu dengan Ketua Umum Pengurus Pusat Kauje yang juga anggota DPR RI dari Golkar M. Sarmuji, anggota DPR RI dari Nasional Demokrat Charles Meikyansah, dan pakar politik BRIN Siti Zuhro.
Iwan meyakini kehadiran ribuan orang alumni ini tak hanya ajang temu kangen. “Saya yakin kok ini nanti akan menghasilkan sesuatu yang berguna luar biasa, Mudah-mudahan nanti problem-problem faktual terkait pembangunan daerah bisa juga dicarikan solusinya kira-kira seperti apa,” katanya.
Ketua Kauje M. Sarmuji mengatakan, alumni Unej tersebar dan sebagian menduduki posisi tertinggi di institusi masing-masing, baik jabatan publik, lembaga negara, maupun profesional dan akademisi. “Karena itu besar harapan kami, mereka yang sudah dibesarkan melalui almamater ini berkontribusi ulang kepada kampus kita tercinta ini,” katanya.
Kauje sudah menginventarisasi data alumni melalui koordinator daerah dan komisariat yang aktif hampir di semua daerah, terutama di Jawa Timur. “Mereka aktif sekali menghimpun seluruh alumni di birokrasi dan dunia usaha, sehingga gerakan alumni di masyarakat menjadi jauh lebih besar daripada sebelumnya,” kata alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini.
Salah satu program andalan Kauje adalah memberikan beasiswa untuk mahasiswa yang berprestasi dan mengalami kesulitan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan. Ada 73 orang mahasiswa yang dibantu pada 2025. “Mudah-mudahan tahun ini ada tambahan lagi,” kata Sarmuji.
Setelah penyelenggaraan Kauje Fest, jumlah bantuan untuk mahasiswa ini bisa bertambah, karena seluruh uang pendaftaran yang dibayarkan oleh peserta Kauje Run yang diselenggarakan pada Minggu (5/7/2026) akan diserahkan kepada Unej sebagai beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan.
Kauje Run 2026 diikuti 1.380 orang pelari, yang terdiri atas 1.107 peserta lomba lari lima kilometer dan 273 orang peserta lomba lari 10 kilometer. Setiap peserta lomba lari lima kilometer membayar uang pendaftaran Rp 135 ribu dan peserta lomba lari 10 kilometer membayar Rp. 166.500.
Sarmuji ingin para alumni Unej berkontribusi pemikiran untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini. Dalam Kauje Fest 2026, Sarasehan Nasional Akselerasi Membangun Indonesia dari Daerah, di Gedung R. Sudjarwo, Universitas Jember, Jumat (3/7/2026), dihadiri sejumlah alumnus yang saat ini menjadi kepala daerah, peneliti, pejabat di Kementerian Keuangan, dan pejabat di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
“Kita semua menyadari bahwa pembangunan daerah itu sebenarnya berkontribusi besar terhadap pembangunan nasional. karena itu pembangunan di daerah harus diperkuat,” kata Sarmuji.
Sarmuji mengingatkan, desentralisasi lahir melalui pergolakan pemikiran yang panjang. “Dulu sentralisasi dianggap tidak memberikan keleluasaan bagi daerah untuk membangun. Dan karena itu diperlukan desentralisasi. Hari ini desentralisasi menghadapi tantangan yang cukup besar. Karena itu kita bedah pendulum antara sentralisasi dan desentralisasi itu di mana titik optimalnya untuk pembangunan daerah di Indonesia,” katanya. [wir/aje]






