Surabaya (beritajatim.com) – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Cahyo Harjo Prakoso, mendorong pengembangan perpustakaan di rumah ibadah agar memenuhi Standar Nasional Perpustakaan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas literasi masyarakat.
Menurut dia, langkah tersebut penting karena indeks literasi masyarakat Indonesia maupun Jawa Timur masih berada pada kategori sedang, sementara sekitar 55 persen masyarakat Indonesia masih tergolong mengalami buta huruf fungsional.
“Kita bersama-sama Komisi E DPRD Jawa Timur bersama Dinas Arsip dan Perpustakaan dan pengelola perpustakaan di rumah ibadah berkomitmen meningkatkan kualitas perpustakaan agar mampu mendorong budaya literasi masyarakat,” ujar Cahyo saat menghadiri Bimbingan Teknis Peningkatan Kualitas Perpustakaan Khusus Rumah Ibadah.
Cahyo mengatakan, tantangan literasi semakin kompleks di tengah tingginya penggunaan internet dan derasnya arus informasi digital. Menurut dia, kondisi tersebut membuat generasi muda membutuhkan ruang belajar yang mampu membangun budaya membaca sekaligus memperkuat kemampuan berpikir kritis.
[irp posts=”1524558″ ]
“Kita harus membangun suatu blueprint atau grand design untuk membangkitkan kembali semangat literasi buku fisik kepada generasi muda kita khususnya di sektor-sektor pendidikan,” tegas Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini.
Cahyo menjelaskan, rumah ibadah memiliki peran yang lebih luas daripada sebatas tempat beribadah. Menurutnya, keberadaan perpustakaan dapat menjadi pusat literasi, pendidikan karakter, penguatan moderasi beragama, hingga ruang interaksi sosial masyarakat apabila dikelola sesuai delapan Standar Nasional Perpustakaan Khusus Rumah Ibadah.
“Ini sangat luar biasa, bagaimana peran rumah ibadah ini kami yakini tak hanya menjadi ruang untuk meningkatkan religis kita, tetapi sebetulnya bisa menjadi ruang untuk peningkatan literasi, ruang untuk meningkatkan kehidupan sosial dari masyarakat kita,” kata dia.
Cahyo menambahkan, DPRD akan terus mendorong sinergi dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan serta para pengelola rumah ibadah agar perpustakaan khusus dapat berkembang secara merata. Dia berharap langkah tersebut mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat budaya literasi di Jawa Timur.
“Harapan kami, perpustakaan rumah ibadah tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi menjadi pusat literasi, pendidikan karakter, dan penguatan nilai-nilai kebangsaan. Jika budaya membaca tumbuh dari rumah ibadah, saya optimistis kualitas sumber daya manusia Jawa Timur juga akan semakin meningkat,” kata Cahyo.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Tiat S. Suwardi, mengatakan Pemerintah Provinsi Jatim terus memperkuat kolaborasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama, Komisi E DPRD Jawa Timur, serta para pengelola rumah ibadah untuk meningkatkan kualitas perpustakaan rumah ibadah.
Sinergi tersebut agar perpustakaan rumah ibadah memenuhi Standar Nasional Perpustakaan sehingga mampu menjadi pusat literasi, pendidikan, dan pembelajaran masyarakat.
“Kami terus memperkuat kolaborasi dengan Kanwil Kementerian Agama, Komisi E DPRD Jawa Timur, dan pengelola rumah ibadah agar semakin banyak perpustakaan rumah ibadah yang memenuhi Standar Nasional Perpustakaan serta menjadi pusat literasi bagi masyarakat,” tutup dia.[asg/aje]






