Surabaya (beritajatim.com) – BYD Motor Indonesia kembali memperkuat komitmennya dalam memperkenalkan inovasi kendaraan elektrifikasi melalui penyelenggaraan BYD Tech Culture Fest 2026 di Atrium Pakuwon Mall Surabaya pada 2–5 Juli 2026.
Pameran ini menghadirkan beragam aktivitas, mulai dari pameran teknologi, product showcase, hingga sesi test drive. Melalui kegiatan tersebut, BYD ingin mengajak masyarakat mengenal lebih dekat solusi mobilitas yang lebih efisien, hemat energi, dan ramah lingkungan.
Operation Director BYD Motor Indonesia, Nathan Sun, mengatakan Surabaya dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan karena memiliki peran strategis dalam pengembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi di Indonesia.
Menurutnya, BYD Tech Culture Fest tidak sekadar menjadi ajang pameran otomotif, tetapi juga ruang edukasi agar masyarakat dapat merasakan langsung teknologi yang dikembangkan perusahaan.
“Kami percaya green mobility bukan hanya untuk dibicarakan, tetapi harus dirasakan langsung. Karena itu kami membawa inovasi ini ke Surabaya sebagai solusi mobilitas masa depan,” ujar Nathan, Jumat (3/7/2026).

Ia menambahkan, meningkatnya biaya energi mendorong masyarakat mencari moda transportasi yang lebih efisien. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BYD menghadirkan berbagai pilihan kendaraan elektrifikasi yang menawarkan efisiensi, fleksibilitas, dan biaya operasional yang lebih hemat.
Sejak resmi memasuki pasar Indonesia pada 2024, lebih dari 90 ribu unit kendaraan BYD telah beroperasi di berbagai daerah. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.400 unit berada di Jawa Timur dengan pangsa pasar kendaraan energi baru mencapai sekitar 40 persen.
Memahami bahwa setiap konsumen memiliki tingkat kesiapan yang berbeda dalam beralih ke kendaraan listrik, BYD juga memperkenalkan teknologi Dual Mode (DM) sebagai solusi transisi yang lebih fleksibel.
Public Relations Senior Manager BYD Motor Indonesia, Nathasya Natalia, menjelaskan Surabaya dipilih karena menjadi pusat konektivitas yang menghubungkan kawasan industri, kota penyangga, hingga destinasi wisata di Jawa Timur.
Sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat, BYD juga menggelar Media Challenge yang diikuti 26 jurnalis dan kreator konten. Mereka menguji performa BYD M6 DM melalui perjalanan dengan rute Surabaya–Prigen–Surabaya.
Rute tersebut dipilih untuk merepresentasikan kondisi penggunaan kendaraan sehari-hari, mulai dari lalu lintas perkotaan yang padat, jalan tol, hingga jalur menuju kawasan wisata.
“Teman-teman merasakan langsung bagaimana efisiensi teknologi Dual Mode dalam kondisi penggunaan yang sebenarnya. Mereka tidak hanya menguji konsumsi energi, tetapi juga merasakan performa kendaraan di berbagai karakter jalan,” jelas Nathasya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memberikan apresiasi terhadap langkah BYD dalam memperluas literasi masyarakat mengenai kendaraan elektrifikasi.
Mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, MHD Aftabuddin Rijaluzzaman, menilai teknologi Dual Mode menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat Jawa Timur yang beragam.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap perluasan layanan dan edukasi yang dilakukan BYD dapat mendorong semakin banyak masyarakat beralih ke kendaraan rendah emisi sekaligus mendukung target nasional dalam pengurangan emisi karbon.
“Kami berharap kehadiran BYD memberikan pilihan baru bagi masyarakat untuk beralih dari kendaraan konvensional menuju kendaraan yang lebih hemat energi dan ramah lingkungan. Mari kita bersama-sama mendukung transisi menuju green energy demi masa depan yang lebih baik,” ujar Aftabuddin. [rma/but]






