Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Rusia menyediakan bea siswa untuk 400 program studi dari jenjang sarjana hingga doktoral di ratusan perguruan tinggi negeri di sana. Beasiswa ini meliputi biaya pendidikan dan biaya hidup.
Saat ini ada dua ribu mahasiswa asal Indonesia di antara 400 ribu mahasiswa asing yang sedang kuliah di Rusia. Kesempatan bea siswa ini terbuka bagi dosen dan mahasiswa, termasuk civitas akademika Universitas Jember di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Direktur Rumah Rusia di Indonesia, Nikita Shilikov, mengatakan, pengiriman mahasiswa Indonesia ke Rusia sudah berlangsung sejak masa Presiden Soekarno.
Rumah Rusia adalah satu-satunya lembaga yang menjadi operator pengurusan beasiswa pemerintah Rusia di bawah Kedutaan Besar Republik Federasi Rusia. Selain mengurusi beasiswa, Rumah Rusia yang kini ada di 70 negara di dunia juga membawahi urusan sosial budaya dan kemanusiaan.
“Sejak 2025, kedua negara sudah menandatangani kerjasama yang meliputi bidang pendidikan, sehingga lulusan perguruan tinggi Rusia tidak perlu penyetaraan di Indonesia,” katanya, dalam acara Webinar Sosialisasi Beasiswa Pemerintah Rusia yang digelar bersama Kantor Urusan Internasional Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pendidikan (LPMPP) Unej, Kamis (2/7/2026).
Manajer proyek Rumah Rusia, Adrian Putra Rayana., mengatakan, pendaftaran beasiswa dibuka pada September setiap tahunnya. “Oleh karena itu masih ada waktu bagi dosen dan mahasiswa UNEJ untuk mempersiapkan diri,” katanya.
Calon penerima beasiswa hanya akan bersaing di antara mereka sendiri. Dengan begitu kesempatan mendapatkan beasiswa juga lebih besar. Setiap peserta nantinya bisa memilih satu program studi di enam perguruan tinggi negeri di Rusia.
Perkuliahan akan dilaksanakan menggunakan bahasa Rusia. Maka setiap calon penerima beasiswa akan mendapatkan pelatihan bahasa Rusia tanpa biaya selama satu tahun di masing-masing perguruan tinggi yang dituju.
Adrian Putra Rayana mengatakan, Rusia patut diperhitungkan sebagai tujuan pendidikan tinggi, karena memiliki tradisi pendidikan yang kuat. Hal ini dibuktikan dengan data jumlah penduduk Rusia yang mengenyam pendidikan tinggi melebihi angka 50 persen. Rusia juga kuat dengan riset di bidang Sains, Technology, Engineering and Mathematic (STEM).
Nikita Shilikov juga menyinggung kedekatan antara Rusia dengan Indonesia yang sudah terjalin sejak lama. Kedekatan juga berasal dari sisi agama, sebab Islam adalah agama dengan pemeluk terbanyak kedua di Rusia setelah agama Kristen Ortodoks.
Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja sama dan Sistem Informasi Unej Prof. Bambang Kuswandi berharap kesempatan mendapatkan beasiswa dari pemerintah Rusia dimanfaatkan. Apalagi banyak kemudahan yang ditawarkan oleh pemerintah Rusia melalui Rumah Rusia.
“Semoga kegiatan hari ini menjadi pintu pembuka menuju kerja sama lainnya, seperti kolaborasi riset semisal di bidang pertanian industrial berkelanjutan yang menjadi visi dan misi Unej,” kata Bambang. [wir/ian]






