Malang (beritajatim.com) – Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Program Studi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Batch 4 Tahun 2025. Sebanyak 2.700 peserta resmi dinyatakan lulus, dengan 500 di antaranya hadir langsung.
Peserta PPG yang hadir langsung mewakili berbagai daerah di Indonesia, seperti Jambi dan Jawa Barat. Angkatan ini menorehkan capaian dengan tingkat kelulusan awal mencapai 98 persen, hingga akhirnya genap 100 persen setelah sisa peserta menyelesaikan ujian susulan.
Dekan FITK sekaligus Ketua LPTK UIN Malang, Prof. Dr. H. Muhammad Walid, M.A., mengungkapkan bahwa tingkat kelulusan awal menyisakan 12 orang peserta yang belum lolos karena berstatus sebagai retaker atau peserta ujian ulang dari periode sebelumnya.
”Dua belas orang itu semuanya retaker, akhirnya kemudian ikut ujian susulan dan lulus semuanya. Kendalanya macam-macam, tapi terutama yang paling sering membuat mereka agak sedikit kurang mulus jalannya itu terkait masalah teknologi,” ujar Prof. Walid pada acara yang berlangsung di lantai 2 Hotel Ascent Premiere, Kamis (2/7/2026).
Prof. Walid menambahkan, kendala gagap teknologi (gaptek) tersebut umumnya dialami oleh para peserta yang sudah berusia lanjut. Guna mengantisipasi hal itu, pihak LPTK UIN Malang sebenarnya telah menggenjot pelatihan intensif pra-ujian.
”Kami adakan pelatihan-pelatihan termasuk yang berhubungan dengan bagaimana cara membuka dan men-setting laptopnya, sudah kita siapkan semuanya. Dari 2.700 peserta, alhamdulillah akhirnya lulus semua,” imbuhnya.
Pada Batch 4 ini, terdapat 8 bidang studi keagamaan yang dikukuhkan, meliputi Hadis, Fiqih, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), Guru Kelas Raudhatul Athfal (GKRA), Guru Kelas Madrasah Ibtidaiyah (GKMI), Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Bahasa Arab.

Bidang studi Madrasah tercatat mendominasi jumlah peserta terbanyak, disusul oleh PAI di posisi kedua. Melalui momentum ini, Prof. Walid berharap gelar guru profesional yang disandang para lulusan mampu membawa perubahan nyata di instansi masing-masing.
”Saya berharap ini merupakan awal langkah yang baik ketika mereka kerja pada dunia yang sesungguhnya. Mereka betul-betul bisa bekerja sebagai profesional dan berorientasi pada peserta didik,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si., menyampaikan orasi ilmiah sekaligus pembekalan bertajuk “Meneguhkan Guru Profesional Berkarakter dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu, Moderat, dan Berdaya Saing Global”.
Prof. Ilfi menekankan bahwa peningkatan kualitas guru merupakan kunci utama untuk menjawab tantangan zaman, mulai dari kemajuan teknologi hingga penetrasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Selama 40 hari menjalani masa pendidikan intensif, para guru dipersiapkan untuk meng-upgrade wawasan dan kompetensi akademiknya.
”Diharapkan dengan mengikuti PPG ini mereka sudah menjadi guru profesional. Jika kualitas gurunya bagus dan bertambah, maka kualitas lulusan nanti juga akan semakin baik,” kata Prof. Ilfi.
Meski demikian, Prof. Ilfi menggarisbawahi bahwa kompetensi akademik saja tidak cukup. Hal paling krusial yang ditanamkan UIN Malang kepada para guru profesional adalah internalisasi karakter Ulul Albab. Karakter ini menyeimbangkan antara aspek intelektualitas, inovasi berpikir, dan spiritualitas yang kokoh.
”Ilmu itu berkembang terus, tidak statis. Guru harus membaca supaya informatif kepada anak didiknya, tetapi spiritualitasnya juga harus kuat. Doa dari seorang guru kepada anak didik itu insyaallah mustajab. Kita doakan anak didik secara diam-diam, justru itu yang insyaallah diijabah,” jelas Rektor UIN Malang.
Dengan output karakter Ulul Albab, guru diharapkan memiliki integritas tinggi kepada Allah SWT, menjauhi tindakan tercela, dan terus berinovasi demi mutu lulusan siswa.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap capaian akademik, UIN Malang juga mengumumkan pemberian Golden Ticket masuk tanpa tes bagi putra-putri terbaik dari para guru profesional yang berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Fasilitas Golden Ticket ini bervariasi berdasarkan peringkat dan jenis prestasinya, mulai dari pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) sekaligus biaya makan, bebas UKT saja, bebas biaya makan saja, hingga jalur masuk langsung tanpa tes.
Di balik kekhidmatan acara, suasana haru sempat menyelimuti ruang yudisium saat pihak rektorat menyampaikan ucapan belasungkawa langsung kepada orang tua dari salah satu peserta yang putranya wafat sebelum sempat merayakan kelulusan ini.
”Jiwa dari almarhum akan selalu hidup di hati anak didiknya. Selama apa yang diajarkan itu kebaikan, maka pahalanya akan tetap mengalir, bukan saja kepada yang bersangkutan, tetapi kepada orang tua yang telah mendidik dan membiayainya. Takdir ini adalah yang terbaik dari Allah, semoga saudara-saudaranya bisa meneladani sikap dan perilakunya,” kata Prof. Ilfi dengan nada takzim. [dan/aje]






