Ringkasan Berita:
- Tujuh hari setelah jasad ASN Pemkab Bangkalan ditemukan di parkiran Bandara Juanda, kasus kematiannya belum terungkap.
- Keluarga korban menilai penyelidikan berjalan lambat dan mendesak polisi segera mengungkap identitas pria misterius yang terekam CCTV.
- Pria berkacamata yang terakhir terlihat bersama korban diduga mengemudikan mobil korban menuju Bandara Juanda.
- Keluarga meminta Polresta Sidoarjo berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur untuk mempercepat pengungkapan kasus.
Bangkalan (beritajatim.com) – Tujuh hari telah berlalu sejak RYS (50), Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Bangkalan, ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di kawasan Bandara Juanda, Kabupaten Sidoarjo. Namun hingga Kamis (2/7/2026), misteri penyebab kematian korban masih belum berhasil diungkap aparat kepolisian.
Belum adanya perkembangan signifikan dalam proses penyelidikan membuat keluarga korban mempertanyakan kinerja aparat penegak hukum. Mereka berharap polisi segera mengungkap fakta di balik kematian RYS, termasuk mengidentifikasi pria yang terakhir kali terlihat bersama korban.
Kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, mengatakan hingga hari ketujuh pasca-penemuan jasad korban belum ada informasi mengenai penangkapan pelaku maupun perkembangan berarti dalam proses penyelidikan.
“Sudah tujuh hari sejak jasad Ibu RYS ditemukan, tetapi belum ada kabar baik, terutama terkait penangkapan pelaku,” ujar Risang, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, masih terdapat sejumlah kejanggalan yang belum terjawab, terutama mengenai sosok pria berkacamata yang diduga menjadi orang terakhir bersama korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Wajah pria tersebut telah beredar luas di media sosial. Ia juga diduga merupakan orang yang sama dengan sosok yang terekam kamera pengawas (CCTV) saat mengemudikan mobil dinas milik korban memasuki kawasan Bandara Juanda.
“Kami ingin mengetahui siapa laki-laki itu, apa hubungannya dengan korban, dan apa yang sebenarnya terjadi hingga mengakibatkan hilangnya nyawa korban,” katanya.
Keluarga korban meminta Polresta Sidoarjo memperluas koordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur agar proses pencarian pria tersebut dapat berlangsung lebih cepat.
Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, pria itu diduga berasal dari luar Pulau Jawa dan pernah tinggal di Kota Malang. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi petunjuk awal dalam proses pelacakan identitas.
Risang menilai aparat kepolisian memiliki sumber daya yang cukup untuk menelusuri keberadaan pria tersebut, mengingat wajahnya telah tersebar luas di berbagai platform media sosial.
“Kalau wajahnya sudah beredar, tentu dia memiliki keluarga, teman, atau riwayat pekerjaan yang bisa ditelusuri. Kami berharap polisi segera mengungkap siapa dia dan apa perannya dalam perkara ini,” ucapnya.
Sebelumnya, RYS yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas bernomor polisi M 1090 GP yang terparkir di kawasan Bandara Juanda.
Keberadaan mobil tersebut pertama kali menimbulkan kecurigaan setelah seorang pengemudi ojek online melihat adanya cairan keluar dari kendaraan disertai aroma menyengat. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada petugas hingga akhirnya jasad korban ditemukan di dalam mobil.
Dalam penyelidikan, rekaman CCTV memperlihatkan seorang pria mengenakan pakaian gelap, masker, dan kacamata mengemudikan mobil korban saat memasuki area Bandara Juanda pada Sabtu (20/6/2026).
Belakangan, juga beredar video yang memperlihatkan korban bersama pria yang diduga orang yang sama di kawasan Alun-alun Kota Batu sebelum RYS ditemukan meninggal dunia.
Hingga berita ini ditulis, kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian korban, termasuk menelusuri identitas pria yang terekam dalam CCTV. Polisi juga belum menyampaikan keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan forensik maupun kemungkinan adanya pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut. [sar/beq]






