Ringkasan Berita:
- KMN Entok dilaporkan hilang kontak setelah berlayar menuju Perairan Kangean, Kabupaten Sumenep.
- Kapal yang membawa 20 nelayan belum kembali ke PPN Brondong, Lamongan, hingga Kamis (2/7/2026).
- Satpolairud Polres Lamongan berkoordinasi dengan sejumlah instansi maritim untuk melakukan pencarian.
- Nelayan dan kapal yang melintas di sekitar Perairan Kangean diminta segera melapor apabila mengetahui keberadaan kapal.
Lamongan (beritajatim.com) – KMN Entok dilaporkan hilang kontak setelah berlayar menuju Perairan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Hingga Kamis (2/7/2026), kapal yang membawa 20 nelayan tersebut belum kembali ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Brondong, Kabupaten Lamongan, sehingga proses pencarian terus dilakukan.
Berdasarkan laporan yang diterima Satpolairud Polres Lamongan, KMN Entok mengangkut seorang nakhoda dan 19 anak buah kapal (ABK). Kapal tersebut berangkat dari PPN Brondong menuju Perairan Pulau Kangean untuk melakukan aktivitas penangkapan ikan.
Laporan hilangnya kontak kapal diterima dari Ketua Rukun Nelayan Desa Blimbing, Nurwakit, bersama pemilik KMN Entok, Andik, pada Rabu (1/7/2026) sekitar pukul 14.30 WIB.
Menurut laporan tersebut, kapal yang dinakhodai S itu tidak kunjung kembali ke pelabuhan dan seluruh upaya komunikasi dengan awak kapal hingga kini belum membuahkan hasil.
Padahal, berdasarkan pola operasional normal, KMN Entok seharusnya sudah kembali ke PPN Brondong setelah sekitar 18 hari melakukan penangkapan ikan di laut.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satpolairud Polres Lamongan langsung berkoordinasi dengan sejumlah instansi maritim untuk mempercepat proses pencarian.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Muhammad Hamzaid, mengatakan Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Guntur segera melakukan koordinasi dengan Satpolairud Polres Sumenep, KSOP Tanjung Pakis, serta Syahbandar PPN Brondong sesaat setelah menerima laporan dari pemilik kapal.
“Begitu menerima laporan dari pihak pemilik kapal, Kasatpolairud Polres Lamongan AKP Guntur langsung berkoordinasi dengan Satpolairud Polres Sumenep, KSOP Tanjung Pakis, dan Syahbandar PPN Brondong,” kata Hamzaid, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, sinergi lintas instansi diperlukan agar proses pencarian dapat dilakukan secara maksimal. Selain itu, kepolisian juga mengajak seluruh nelayan maupun kapal yang beraktivitas di sekitar Perairan Kangean untuk ikut membantu memberikan informasi apabila melihat keberadaan KMN Entok.
“Sinergi ini dilakukan agar proses pencarian dapat berjalan secara maksimal. Semoga seluruh awak kapal dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujarnya.
Hingga saat ini, proses pencarian terhadap KMN Entok masih terus berlangsung. Polres Lamongan memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta memperkuat koordinasi dengan seluruh instansi terkait sampai keberadaan kapal beserta 20 awaknya berhasil diketahui. [fak/beq]






