Ringkasan Berita:
- Bank UMKM Jatim meraih penghargaan The 5th Indonesia Excellence Good Corporate Governance (GCG) Awards 2026 dari Warta Ekonomi.
- Penghargaan diberikan atas efektivitas penerapan tata kelola perusahaan dan manajemen risiko.
- Bank UMKM Jatim menegaskan GCG menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan nasabah dan pelaku UMKM.
- Hingga kuartal I-2026, total aset Bank UMKM Jatim telah mencapai Rp4 triliun dan memperkuat posisinya sebagai salah satu BPR terbesar di Indonesia.
Jakarta (beritajatim.com) – PT BPR Jatim (Perseroda) atau Bank UMKM Jatim kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Bank milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut berhasil meraih penghargaan dalam ajang The 5th Indonesia Excellence Good Corporate Governance (GCG) Awards 2026 yang diselenggarakan Warta Ekonomi di Aryaduta Hotel Menteng, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Penghargaan tersebut menjadi bukti konsistensi Bank UMKM Jatim dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang bersih, transparan, akuntabel, serta didukung sistem manajemen risiko yang efektif di tengah dinamika industri perbankan nasional.
Dalam ajang yang mengusung tema “Building Trust through Future-Ready Governance” itu, Bank UMKM Jatim memperoleh penghargaan “Indonesia Excellence Good Corporate Governance Ethics in the Effectivity of Governance Implementation and Risk Management.”
Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil komitmen seluruh jajaran manajemen dan karyawan dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten di seluruh aktivitas perusahaan.
“Bagi kami, Good Corporate Governance (GCG) bukan sekadar pemenuhan regulasi atau kewajiban formalitas semata, melainkan fondasi utama dan core value dalam membangun kepercayaan dengan seluruh stakeholders, utamanya para nasabah dan pelaku UMKM di Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Irwan, penerapan GCG telah menjadi budaya kerja yang mendorong perusahaan menjaga integritas, meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memperkuat keberlanjutan bisnis.
Penghargaan tersebut diberikan setelah melalui proses seleksi yang ketat. Tim riset Warta Ekonomi melakukan penilaian menggunakan metode desk research dan media monitoring berbasis bukti publik terhadap 260 perusahaan di Indonesia.
Dari seluruh perusahaan yang dievaluasi, hanya sekitar 78 persen yang dinilai memenuhi standar tata kelola perusahaan yang baik, termasuk Bank UMKM Jatim yang berhasil masuk dalam daftar penerima penghargaan.
Irwan menilai efektivitas tata kelola dan manajemen risiko menjadi faktor penting bagi industri perbankan untuk menjaga pertumbuhan di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Ia menjelaskan, ketidakpastian ekonomi domestik, tensi geopolitik global, hingga tingginya suku bunga menjadi tantangan yang harus diantisipasi melalui sistem pengelolaan risiko yang adaptif. Salah satu strategi yang diterapkan Bank UMKM Jatim adalah melakukan diversifikasi portofolio pembiayaan agar tidak bergantung pada satu sektor usaha tertentu.
Terkait kondisi kualitas kredit pada kuartal pertama 2026, Irwan mengakui rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) sempat mengalami kenaikan akibat melemahnya daya beli masyarakat. Namun, kondisi tersebut mulai membaik menjelang akhir kuartal pertama.
“NPL kami memang sempat mengalami kenaikan sedikit dari bulan ke bulan. Tapi alhamdulillah di akhir kuartal pertama kondisinya kembali lebih baik. Ini memang dipengaruhi daya beli dan kondisi ekonomi makro maupun mikro yang penuh tantangan,” urai Irwan.
Manajemen, lanjutnya, menargetkan rasio NPL dapat terus ditekan hingga berada di kisaran 7 persen pada akhir 2026.
Di sisi lain, pertumbuhan kredit Bank UMKM Jatim tetap ditopang sektor-sektor produktif yang dinilai memiliki ketahanan lebih baik terhadap gejolak ekonomi.
“Secara umum kami tumbuh, memang tidak sefantastis tahun lalu, tetapi kami tetap tumbuh. Penopang pertumbuhan kredit kami didominasi sektor pertanian dan industri rumahan,” jelasnya.
Penghargaan dari Warta Ekonomi tersebut semakin melengkapi sederet prestasi Bank UMKM Jatim sepanjang tahun ini. Sebelumnya, pada pertengahan Juni 2026, perseroan juga berhasil memborong dua penghargaan dalam ajang The Finance Top 100 BPR 2026 yang diselenggarakan Infobank Media Group di Yogyakarta.
Dalam ajang tersebut, Bank UMKM Jatim masuk dalam jajaran Top 100 BPR 2026 untuk kategori BPR dengan aset di atas Rp100 miliar berdasarkan pertumbuhan kinerja selama periode September 2023 hingga September 2025.
Tidak hanya itu, Direktur Utama Bank UMKM Jatim, Irwan Eka Wijaya Arsyad, juga dinobatkan sebagai salah satu Top 10 CEO The Finance berkat kepemimpinannya dalam menjaga pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis perusahaan.
Kombinasi penghargaan di bidang tata kelola perusahaan serta capaian kinerja keuangan tersebut semakin memperkuat posisi Bank UMKM Jatim sebagai salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) terbesar di Indonesia.
Hingga kuartal I-2026, total aset Bank UMKM Jatim tercatat telah menembus Rp4 triliun. Capaian ini menjadi modal penting bagi perseroan untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM, memperkuat perekonomian daerah, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 melalui layanan perbankan yang sehat, aman, dan berkelanjutan. [beq]






