Surabaya (beritajatim.com) – Kasus penemuan jasad bayi laki-laki di celah selokan Jalan Pulo Wonokromo, Surabaya, pada Selasa malam (30/6/2026), masih menjadi misteri dan menyisakan pilu sosial yang amat mendalam.
Seorang saksi mata, Karmadi (67), warga setempat, mengungkapkan bahwa bayi malang itu ditemukan tanpa busana sehelai pun. Jasadnya tergeletak di antara puing-puing panci tanah liat tradisional (kendil) yang sudah pecah.
Ia menduga, sebelum dibuang oleh orang yang tidak bertanggung jawab, bayi tersebut sengaja dimasukkan ke dalam kendil.
“Jadi kendilnya itu pecah. Bayi kelihatan di bawah pinggir (selokan) di sini. (Kendilnya pecah) soalnya kena batu-batu,” papar Karmadi, Rabu (1/7/2026).
Menurut dugaan Karmadi, bayi malang itu masih berusia sekitar 7 sampai 8 bulan dalam kandungan atau lahir prematur. Sebab, kondisinya masih ditemukan ari-ari yang menempel di bagian pusar.
“Bayi perkiraan usia 7-8 bulan. Udah berbentuk bayi. Yang buang siapa gak tau. Kalau tau ya sudah dipegang orangnya sama warga,” jelasnya.
Kini, kasus penemuan jasad bayi tersebut sepenuhnya ditangani oleh pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih mendalam.
Diberitakan sebelumnya, jenazah bayi laki-laki yang tidak diketahui identitasnya tersebut pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 21.41 WIB. Selanjutnya, dilakukan evakuasi oleh petugas gabungan untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, mengatakan bahwa saat ditemukan bayi sudah dalam keadaan meninggal dunia.
“Saat petugas tiba di lokasi, jenazah bayi berada di selokan atau saluran air pembuangan dalam kondisi meninggal dunia,” ujar Linda saat dikonfirmasi, Rabu pagi (1/7/2026).
Linda menjelaskan, proses evakuasi dilakukan oleh anggotanya bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya. Jenazah bayi kemudian dibawa ke Kamar Jenazah RSUD Dr. Soetomo.
“Tim Inafis Polrestabes Surabaya tiba di lokasi, selanjutnya melakukan proses identifikasi hingga mencari keterangan dari saksi mata,” ucapnya. (rma/kun)






