Ringkasan Berita:
- Menteri Ekraf mendukung Jatim Media Summit sebagai forum transformasi media lokal dan ekonomi kreatif.
- Kemenekraf membuka peluang kolaborasi melalui pendekatan hexahelix untuk memperkuat ekosistem kreatif daerah.
- Jatim Media Summit menjadi forum pengembangan AI, model bisnis media, dan transformasi digital.
- Beritajatim.com menilai kolaborasi menjadi kunci keberlanjutan media lokal di era digital.
Jakarta (beritajatim.com) – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Beritajatim.com dan Suara.com di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Selasa (30/6/2026). Pertemuan tersebut membahas penyelenggaraan Jatim Media Summit sekaligus memperkuat peran media lokal dalam menghadapi transformasi industri digital.
Dalam audiensi itu, Menteri Ekraf menegaskan bahwa pengembangan ekosistem ekonomi kreatif membutuhkan kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan hexahelix. Menurutnya, Jatim Media Summit berpotensi menjadi mitra strategis Kementerian Ekraf dalam membangun platform pendampingan bagi pelaku ekonomi kreatif di berbagai daerah.
“Fokus Kementerian Ekraf bukan hanya terhadap pegiat ekraf kelas rintisan, tetapi bagaimana mengakselerasi mereka menjadi go national bahkan go global. Kita dapat berkolaborasi dengan Jatim Media Summit serta hexahelix di setiap daerah untuk membuat platform pendampingan dalam kegiatan tersebut,” ujar Menteri Ekraf.
Jatim Media Summit merupakan forum kolaboratif, lokakarya, dan konferensi bisnis media terbesar di Jawa Timur. Forum ini mempertemukan pelaku industri media untuk membahas transformasi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) di ruang redaksi, hingga strategi membangun model bisnis media yang berkelanjutan.
Selain menjadi ruang diskusi, Jatim Media Summit juga diharapkan menjadi wadah berbagi pengetahuan serta peningkatan kapasitas media lokal agar mampu beradaptasi dengan perubahan lanskap industri media.
CEO sekaligus Pemimpin Redaksi Beritajatim.com, Dwi Eko Lokononto, menjelaskan bahwa Jatim Media Summit lahir sebagai upaya memperkuat keberlanjutan media lokal melalui peningkatan kompetensi, adopsi teknologi, dan pengembangan model bisnis yang adaptif.
Menurut pria yang akrab disapa Cak Luki tersebut, pembahasan Jatim Media Summit kini juga diperluas ke sektor ekonomi kreatif karena memiliki keterkaitan erat dengan masa depan industri media.
“Di tengah tantangan saat ini, kolaborasi yang menurut kami menjadi sangat penting dengan melahirkan media-media publik yang seharusnya menjadi pelaku ekonomi kreatif melalui kehadiran IP. Jatim Media Summit kami harapkan mampu membuat media lokal sustain, baik dari sisi bisnis maupun konten, sekaligus menjadi tempat bertukar pikiran antar-media dengan model bisnis yang berbeda,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf didampingi Kepala Biro Komunikasi Kementerian Ekraf, Kiagoos Irvan Faisal.
Audiensi juga dihadiri Chief Operating Officer Beritajatim.com Saptini Darmaningrum, Koordinator Beritajatim.com Jakarta Imam Arianto, Country Manager International Media Support (IMS) Indonesia Eva Danayanti, Head of Community Suara.com Rendy Adrikni Sadikin, Wakil Pemimpin Redaksi Suara.com Trza Gunadha, serta General Manager Marketing Suara.com Rizka Chaerani.
Melalui kolaborasi ini, Kementerian Ekraf dan pelaku media berharap Jatim Media Summit dapat menjadi katalis transformasi media lokal sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing hingga tingkat nasional maupun global. [hen/beq]






