Lumajang (beritajatim.com) – Seorang pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, meninggal dunia. Wafatnya korban diduga akibat aksi bullying oleh teman sekelasnya.
Korban bernama Muhammad Ilham (16), warga Desa Jatisari, Kecamatan Kedungjajang, meninggal dunia usai dikeroyok dua teman sekelasnya.
Aksi perundungan terjadi pada 18 Mei 2026 lalu. Saat itu korban sedang mengikuti sesi ujian kelulusan.
Ahmad Dani, kakak korban mengatakan, aksi bullying terhadap adiknya itu dipicu masalah sepele, perihal sampah di ruang kelas.
Saat itu, dua pelaku berinisial SLF dan A menduga bahwa sampah tersebut milik korban hingga akhirnya berujung ke aksi pemukulan.
“Waktu itu adik saya di kelas sendirian pas istirahat. Ada sampah di bawah mejanya, kedua pelaku ngiranya itu sampah milik adik saya. Setelah itu adik saya dipukulin di kelas,” ucap Dani di rumahnya, Selasa (30/6/2026).
Menurutnya, sebelum meninggal dunia, adiknya sempat mengeluhkan rasa sakit dan mengalami penurunan kondisi kesehatan.
Kemudian, korban sempat dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala luka pada bagian gusi.
“Ini adi saya meninggalnya di tanggal 24 Juni, hari Rabu kemarin,” tambahnya.
Berdasarkan hasil visum dan autopsi dari rumah sakit menunjukkan adanya luka akibat benturan keras di bagian kepala belakang korban.
“Jadi, yang menyebabkan kematian itu positif kena benturan dan itu sudah lama. Benturan di bagian kepala belakang,” kata Dani.
Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto menjelaskan, pihaknya telah mengamankan dan menetapkan 1 pelaku perundungan berinisial SLF sebagai tersangka.
Kini, kasus bullying tersebut masih ditangani unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Satreskrim Polres Lumajang.
“Ada pelaku 1 orang yang sudah dilakukan pengamanan oleh PPA Polres Lumajang,” ungkap Suprapto. (has/but)






