Banyuwangi (beritajatim.com) – Kabupaten Banyuwangi diusulkan menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan Indonesia BMX Series yang akan digelar pada 2027. Usulan tersebut disampaikan Indonesia Cycling Federation (ICF) kepada Asian Cycling Confederation (ACC/Federasi Balap Sepeda Asia) dengan mempertimbangkan kualitas Sirkuit BMX International Banyuwangi yang dinilai sebagai salah satu yang terbaik di Asia.
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat ICF, Jadi Rajagukguk, mengatakan Sirkuit BMX International Banyuwangi memiliki standar Olimpiade dengan karakter lintasan yang menantang dan tingkat kesulitan tinggi. Menurutnya, fasilitas tersebut layak menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan internasional.
“Kami ajukan kejuaraan tersebut digelar di Sirkuit BMX International Banyuwangi. Sirkuit ini yang terbaik yang saya lihat saat ini di Asia. Beberapa atlet Asia juga mengatakan hal yang sama. Ditunjang lagi Banyuwangi konsisten menggelar kejuaraan skala nasional dan internasional,” ujarnya.
Sirkuit tersebut memiliki lintasan sepanjang 465 meter dengan empat obstacle high jump. Selain itu, tersedia dua start gate setinggi lima meter dan delapan meter, serta tujuh line dengan karakter berbeda yang dapat digunakan untuk berbagai kelas perlombaan.

Jadi menjelaskan, keunggulan Sirkuit BMX International Banyuwangi selama ini selalu diperkenalkan ICF dalam berbagai forum dan kongres federasi balap sepeda, baik di tingkat Asia melalui ACC maupun di tingkat dunia melalui Union Cycliste Internationale (UCI).
“Keunggulan-keunggulan pada sirkuit ini menjadi nilai jual untuk kami sampaikan di Federasi Dunia di setiap kegiatan-kegiatan,” katanya.
Selama ini, Sirkuit BMX Supercross International Banyuwangi telah berulang kali menjadi lokasi penyelenggaraan kejuaraan balap sepeda tingkat nasional maupun internasional. Keberadaan sirkuit tersebut dinilai sejalan dengan program ICF yang terus mendorong penyelenggaraan kompetisi bertaraf internasional, khususnya kategori C1.
Menurut Jadi, kejuaraan internasional kategori C1 memiliki nilai poin yang tinggi bagi para atlet sehingga mampu menarik minat pembalap dari berbagai negara untuk ikut berkompetisi.
“Kompetisi internasional kategori C1 ini memiliki poin cukup tinggi bagi pembalap. Itu sebabnya banyak peserta dari luar negeri juga turut serta dalam kompetisi ini,” jelasnya.
ICF juga memastikan akan terus mendukung penyelenggaraan berbagai ajang balap sepeda di Banyuwangi pada masa mendatang. Selain Banyuwangi, Indonesia BMX Series 2027 juga direncanakan berlangsung di sejumlah daerah lain, seperti Sumatera Selatan, Jakarta, dan Kalimantan Timur.
“Kami akan membantu semaksimal mungkin, termasuk mencari partner-partner lain sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan peserta yang lebih banyak lagi,” tandas Jadi. [alr/but]






