RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 184.322 jemaah dan petugas haji Indonesia atau sekitar 90 persen dari total kuota telah mendarat di tanah air.
- Evaluasi udara mencatat Gelombang I via Jeddah mengangkut 104.753 orang dan Gelombang II via Madinah menerbangkan 82.163 orang.
- Seluruh elemen petugas PPIH dipastikan tetap siaga penuh memberikan pelayanan prima hingga kepulangan kloter terakhir.
- Jemaah diimbau memperketat protokol kesehatan mandiri serta dilarang keras menyisipkan air zamzam ke dalam koper bagasi.
Jakarta (beritajatim.com) — Fase operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H / 2026 M resmi memasuki hari ke-69 dengan capaian volume kepulangan yang telah menembus angka 90 persen dari total kuota nasional. Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia (Kemenhaj RI) menegaskan bahwa meskipun mayoritas rombongan telah mendarat di tanah air, seluruh instrumen petugas pos lapangan tetap disiagakan penuh guna mengawal sirkulasi pemulangan sisa kloter terakhir secara optimal.
Wartawan beritajatim.com, Muhammad Isnan yang tergabung dalam Media Center Haji (MCH) Kemenhaj RI melaporkan dari Arab Saudi, pergerakan udara dari dua sirkuit bandara utama di Jeddah dan Madinah terpantau berjalan linier sesuai dengan draf draf jadwal manifes yang ditetapkan. Sinergi lintas sektoral antara kementerian, otoritas maskapai, dan pemerintah daerah terbukti efektif menekan angka keterlambatan jadwal terbang (delay).
“Hingga hari operasional haji ke-69, sekitar 90 persen jemaah dan petugas haji Indonesia telah tiba kembali di Tanah Air. Namun, bagi kami pelayanan belum selesai. Seluruh petugas tetap siaga mengawal proses kepulangan hingga jemaah terakhir tiba dengan aman dan dapat kembali berkumpul bersama keluarganya,” urai Juru Bicara Kemenhaj RI, Maria Assegaff, dalam keterangan pers berkala di Jakarta, Senin (29/06/2026).
Maria membedah secara rigid, memasuki hari ke-25 masa pemulangan, akumulasi jemaah dan petugas yang berhasil dievakuasi kembali ke Indonesia mencapai total 184.322 orang dari 472 kelompok terbang (kloter). Struktur data tersebut terdiri atas rincian 182.435 jemaah murni serta 1.887 petugas kloter pendamping yang melekat sejak keberangkatan.
Jika ditinjau berdasarkan sirkuit pelabuhan udara di Arab Saudi, fase pemulangan Gelombang I yang bertolak melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, mencatat draf final sebanyak 267 kloter dengan total mobilitas 104.753 orang (103.687 jemaah dan 1.066 petugas).
Sementara itu, untuk koridor kepulangan Gelombang II yang bergerak dari kaveling pemondokan Kota Nabawi melalui Bandara Internasional Prince Mohammad bin Abdulaziz, Madinah, terpantau telah memberangkatkan 212 kloter dengan total 82.163 orang (81.315 jemaah dan 848 petugas).
Kemenhaj terus memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah di setiap debarkasi domestik berjalan lancar agar jemaah dapat melanjutkan mobilisasi ke kampung halaman masing-masing secara aman.
Mengingat kondisi fisik jemaah yang cenderung menurun pasca-puncak haji, kementerian melayangkan imbauan taktis terkait perlindungan kesehatan jemaah yang masih menunggu draf jadwal terbang di Madinah.
Jemaah didorong untuk memperketat durasi istirahat, mengonsumsi makanan bergizi dari katering resmi, memperbanyak hidrasi air putih, serta wajib mengenakan masker medis saat beraktivitas di titik-titik kerumunan massal.
Di sisi lain, Maria kembali memberikan edukasi hukum yang rigid mengenai aturan sterilisasi koper kargo. Otoritas penerbangan sipil Arab Saudi memberlakukan sistem pemindaian keamanan berlapis, di mana jemaah dilarang keras menyelundupkan botol air zamzam ke dalam koper bagasi maupun tas kabin.
Temuan cairan ilegal dipastikan langsung memicu pembongkaran paksa koper oleh intelijen bandara yang berpotensi menghambat kelancaran proses keberangkatan.
Air zamzam bagi jemaah haji Indonesia telah disiapkan dan akan didistribusikan kepada setiap jemaah setibanya di embarkasi di Indonesia. Apabila petugas keamanan bandara menemukan air zamzam di dalam bagasi atau kabin, air tersebut akan dikeluarkan sesuai ketentuan keselamatan penerbangan.
“Komitmen kami adalah memastikan setiap jemaah pulang dengan selamat, sehat, dan mendapatkan pelayanan terbaik sampai kepulangan kloter terakhir. Semoga seluruh jemaah memperoleh haji yang mabrur,” tandas Maria memungkasi draf evaluasi operasional kementerian. [ian/MCH]






