Ponorogo (Beritajatim.com) – Amukan Si Jago Merah membuat kebakaran di tempat penyimpanan mebel sekaligus lokasi pengolahan kayu di Jalan Makam Ndoro, Kelurahan Mangunsuman, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, Minggu (28/6/2026) siang.
Kobaran api dengan cepat membesar hingga melalap hampir seluruh material yang berada di dalam gudang. Banyaknya bahan yang mudah terbakar membuat proses pemadaman berlangsung cukup sulit.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pada pukul 12.45 WIB. Saat itu, api sudah berkobar cukup besar meski pada hari libur tidak ada aktivitas pekerjaan di lokasi. Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Ponorogo, Bambang Supeno, mengatakan laporan diterima dari masyarakat sekitar pukul 12.45 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, kobaran api sudah membesar sehingga membutuhkan penanganan cepat.
“Hari Minggu ini, kami menerima laporan dari masyarakat bahwa ada kebakaran mebel, yang sebenarnya di hari Minggu ini tidak ada aktivitas pekerjaan,” kata Bambang.
Menurut Bambang, kebakaran diduga dipicu kebiasaan membakar sampah di sekitar lokasi. Kondisi musim kemarau, banyaknya daun kering di sekitar gudang, serta embusan angin kencang membuat api semakin cepat menjalar. Seluruh material yang berada di dalam tempat penyimpanan itu akhirnya ikut terbakar.
“Diduga ada kebiasaan di lokasi ini membakar sampah. Material yang berada di lokasi ini terbakar semuanya. Karena di atasnya ada pohon, daun kering dan musim kemarau, dan hari ini angin berhembus kencang,” ungkapnya.
Proses pemadaman sempat terkendala keterbatasan pasokan air. Jarak sumber air yang cukup jauh membuat petugas harus meminta bantuan Pudam setempat untuk menyuplai air ke lokasi kebakaran. Hingga proses pemadaman berlangsung, petugas terus berupaya mencegah api merembet ke bangunan di sekitarnya.
“Kami mengalami kesulitan. Kendalanya yaitu suplai air. Karena kebakaran ini besar, kami terlambat untuk mensuplainya. Kami minta bantuan Pudam untuk suplai air,” jelasnya.
Satpol PP Ponorogo mengerahkan 3 unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan si jago merah. Petugas bekerja secara bergantian menyemprotkan air ke titik api yang masih menyala. Hingga keterangan disampaikan, proses pemadaman masih terus dilakukan.
“Saat ini kami kirimkan 3 unit damkar. Kami terus upayakan melakukan pemadaman,” imbuh Bambang.
Selain menghanguskan tumpukan kayu dan mebel siap jual, kebakaran juga melalap berbagai peralatan produksi yang berada di dalam gudang. Di antaranya mesin diesel serta cairan tiner yang mudah terbakar. Bahkan, sempat terdengar ledakan saat api membesar.
“Di dalam ada mesin diesel. Ada mebel jadi. Ada Tiner yang mudah terbakar,” ungkapnya.
Sementara itu, nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. Pemilik gudang disebut masih syok sehingga belum dapat memberikan keterangan rinci kepada petugas. Meski demikian, kerugian sementara diperkirakan mencapai lebih dari setengah miliar rupiah.
“Kerugian pastinya kami belum bisa menyampaikan karena pemilik sendiri masih syok. Namun, perkiraan kami ya di atas Rp 500 juta,” pungkas Bambang.(end/ted)






