Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Surabaya (Ubaya) tengah berkabung. Ketua Umum Yayasan Ubaya, Anton Prijatno, menghembuskan napas terakhirnya di usia 77 tahun pada Sabtu (27/6/2026).
Tokoh yang banyak berjasa bagi pengembangan kampus Ubaya tersebut wafat saat menjalani perawatan medis di Singapura. Kabar duka ini telah dipastikan oleh perwakilan universitas.
“Kami keluarga besar Ubaya berdukacita atas kepergian Ketua Umum Yayasan Universitas Surabaya, Bapak Anton Prijatno,” ungkap Manager Public Relations Ubaya, Elenita Santoso, Minggu (28/6/2026).
Almarhum berpulang pada petang hari. Saat ini, keluarga beserta jajaran pimpinan yayasan sedang mengurus prosesi pemulangan jenazah ke Surabaya untuk segera disemayamkan.
“Beliau meninggal dunia di Mount Elizabeth Hospital Singapore pada Hari Sabtu kemarin tanggal 27 Juni 2026 pukul 19.21 waktu Singapura,” jelas Elenita.
Jenazah rencananya disemayamkan di Ruang VVIP 6, 7, dan 8 Rumah Duka Adi Jasa. Misa Requiem akan dipanjatkan pada Selasa (30/6) dan Rabu (1/7) pukul 19.00 WIB.
Ibadah pemberangkatan jenazah dilangsungkan Kamis (2/7/2026) pukul 08.00 WIB. Rombongan duka kemudian bergerak menuju kampus Ubaya Tenggilis untuk menerima penghormatan terakhir dari sivitas akademika.
Acara pelepasan digelar di Gedung Perpustakaan Ubaya Lantai 1 pada pukul 09.00 WIB. Tepat pukul 10.00 WIB, jenazah diberangkatkan menuju tempat peristirahatan terakhir.
Pemakaman almarhum dijadwalkan berlangsung di Puncak Nirwana Memorial Park, Lawang. Kawasan ini akan menjadi pusara terakhir bagi sosok kelahiran 17 Mei 1949 tersebut.
Obituari Anton Prijatno
Anton Prijatno telah aktif terlibat dalam pengembangan UBAYA sejak masa kuliah, mulai sebagai Ketua Dewan Mahasiswa hingga akhirnya menapaki setiap jenjang jabatan — dari Sekretaris Universitas, Pembantu Rektor III, Pembantu Rektor I, Rektor dua periode, hingga kini menjabat Ketua Yayasan.
Pada masa kepemimpinannya sebagai Rektor, UBAYA mulai mengukuhkan posisi sebagai universitas kelas regional, nasional, dan internasional — aktif dalam Forum Rektor, Forum AUAP, dan membangun relasi dengan berbagai institusi dalam dan luar negeri.
Jabatannya sebagai Ketua Yayasan Universitas Surabaya dimulai sejak 2008 hingga sekarang.
Sebagai Ketua Yayasan sekaligus mantan rektor dua periode, Anton memiliki pengalaman ganda yang menjadi kunci dalam mengelola hubungan antara yayasan dan rektorat, dengan komunikasi terbuka sebagai fondasi utama tata kelola.
Era Reformasi 1998 Anton Priyatno salah satu tokoh yang ikut membidani lahirnya Forum Rektor Nasional.[ipl/ted]






