Surabaya (beritajatim.com) – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Surabaya mulai mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2027. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menggelar Kejuaraan Piala Wali Kota di GOR Pancasila Surabaya, Jumat (26/6/2026), sebagai ajang mengasah kemampuan dan mental bertanding para atlet.
Ketua Pertina Kota Surabaya, Ferlix Prasetya, mengatakan kejuaraan tersebut menjadi bagian dari evaluasi sekaligus pembentukan jam terbang atlet sebelum turun di ajang Porprov.
Kejuaraan ini diikuti lebih dari 100 atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran peserta dari luar Surabaya diharapkan mampu meningkatkan kualitas persaingan sehingga para petinju memperoleh pengalaman bertanding yang lebih kompetitif.
“Kami berharap untuk atlet-atlet yang ada di sini untuk mengasah, berlatih, dan melakukan sebanyak mungkin sparing untuk menghadapi Porprov,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Selain menjadi ajang pembinaan, Kejuaraan Piala Wali Kota juga diproyeksikan sebagai bagian dari persiapan menuju Porprov 2027. Pertina Surabaya bahkan menaikkan target prestasi dibandingkan capaian pada Porprov sebelumnya.
“Jadi berkaca pada hasil Porprov 2025 di mana Pertina Surabaya hanya mampu membawa pulang 1 medali emas, kini mereka mengusung misi bangkit secara total. Tidak tanggung-tanggung, target juara umum dengan raihan 7 medali emas dari 25 kelas yang dipertandingkan telah dipatok untuk gelaran Porprov 2027,” ujarnya.
Menurut Ferlix, target tersebut sejalan dengan semangat yang dibangun Pemerintah Kota Surabaya untuk meningkatkan prestasi olahraga. “Kita tidak boleh patah semangat. Surabaya harus Wani! Karena target dari Pak Wali Kota sendiri adalah 250 medali emas (secara keseluruhan kontingen),” tegasnya.
Meski optimistis, Pertina Surabaya tetap mewaspadai kekuatan sejumlah daerah pesaing. Berdasarkan peta persaingan saat ini, Kabupaten Ngawi dan Kota Blitar diprediksi menjadi lawan terberat dalam perebutan prestasi cabang olahraga tinju.
Untuk mengantisipasi persaingan tersebut, Pertina Surabaya memilih meningkatkan jam terbang atlet melalui berbagai kejuaraan. Meski program pemusatan latihan cabang (TC) belum berjalan, agenda kompetisi rutin dinilai menjadi solusi untuk menjaga performa atlet.
Selain Piala Wali Kota, Pertina Surabaya juga tengah menyiapkan penyelenggaraan Piala KONI serta sejumlah kejuaraan lokal lainnya.
Rangkaian turnamen tersebut diharapkan menjadi sarana evaluasi berkelanjutan agar para petinju Surabaya tampil semakin matang dan mampu mewujudkan target juara umum pada Porprov 2027. (way/kun)






