Lamongan (beritajatim.com) – Kabar duka menyelimuti masyarakat Kabupaten Lamongan. Salah satu ulama kharismatik, Kiai Abdul Aziz Khoiri, berpulang ke Rahmatullah, Jumat (26/6/2026).
Ulama kharismatik yang merupakan pendiri sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Al-Ma’ruf Lamongan itu wafat sekitar pukul 09.30 WIB, di usia 85 tahun.
Kepergian sosok yang akrab disapa Kiai Aziz itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, santri dan juga masyarakat, yang selama puluhan tahun mengenalnya sebagai ulama sederhana, istiqamah, dan penuh keteladanan.
Kiai Aziz lahir di Desa Tanggungan, Kecamatan Glagah, Kabupaten Lamongan, pada 21 April 1941. Kiai Aziz merupakan putra pasangan KH Ahmad Khoiri dan Nyai Kasni.
Sepanjang hidupnya, Kiai Aziz mendedikasikan diri untuk dakwah, pendidikan Islam, dan pembinaan generasi muda. Melalui Pondok Pesantren Al-Ma’ruf yang didirikannya, Kiai Aziz melahirkan banyak santri.
Selain aktif di dunia pendidikan dan dakwah, Kiai Aziz juga dikenal berkiprah dalam organisasi keagamaan dan politik. Almarhum pernah menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Lamongan serta menjadi anggota DPRD Lamongan pada periode 1971 hingga 2000.
Selain itu, Kiai Aziz juga mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan selama tiga periode, mulai 2012 hingga masa khidmat yang seharusnya berakhir pada 2027.
Putra ketujuh almarhum, Muhammad Chusnul atau yang akrab disapa Gus Chusnul, mengungkapkan bahwa kondisi sang ayah sempat membaik setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

“Malam 1 Muharram beliau masuk rumah sakit. Setelah dirawat sekitar satu minggu, kondisinya membaik dan diperbolehkan pulang. Bahkan setelah pulang, beliau terlihat sehat,” ujarnya.
Namun, kondisi kesehatan Kiai Aziz kembali menurun pada Kamis siang, sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Jumat pagi. Menurut Gus Chusnul, beberapa hari terakhir almarhum juga kerap menanyakan kapan hari Jumat tiba.
“Beberapa hari terakhir beliau terus bertanya kapan hari Jumat. Itu mulai hari Selasa. Mungkin karena biasanya beliau selalu menunaikan salat Jumat,” kenangnya.
Di tengah kondisi kesehatannya, Kiai Aziz masih sempat menyampaikan pesan kepada keluarga. Pesan yang paling ditekankan adalah agar seluruh anak-anaknya tetap menjaga kerukunan dan kebersamaan.
“Beliau berpesan agar anak-anak tetap rukun. Bahkan sempat membahas rencana rapat keluarga untuk mengatur jadwal menjaga beliau di rumah setelah pulang dari rumah sakit,” tutur Gus Chusnul.
Ratusan pelayat terus berdatangan ke rumah duka, yang berada di Lingkungan Kranggan, Gang Ababil, Kelurahan Sidokumpul, Kecamatan Lamongan. Jenazah Kiai Aziz rencananya disalatkan di Masjid Agung Lamongan setelah Salat Ashar, dan dimakamkan di pemakman umum sempat. [fak/suf]






