Surabaya (beritajatim.com) – Lionel Messi belum menunjukkan tanda-tanda akan mengakhiri karier internasionalnya meski baru saja menginjak usia 39 tahun. Kapten Argentina itu masih membuka peluang untuk terus membela negaranya, bahkan hingga Piala Dunia 2030 yang akan menjadi edisi peringatan 100 tahun turnamen sepak bola terbesar di dunia.
Saat ditanya mengenai kemungkinan tampil pada Piala Dunia 2030, bintang Inter Miami tersebut memilih menjawab dengan hati-hati. Namun, ia tidak menutup pintu terhadap kemungkinan tersebut selama kondisi fisiknya masih memungkinkan.
“Saya tidak tahu. Sejujurnya saya tidak memikirkan hal itu sekarang. Masih terasa cukup jauh. Saat ini saya menjalani hari demi hari dan fokus pada masa sekarang,” kata Messi kepada wartawan.
Mantan pemain Barcelona itu menegaskan bahwa masa depannya bersama Timnas Argentina akan sangat bergantung pada kondisi kebugarannya dalam beberapa tahun ke depan.
“Saya akan terus bermain selama masih bisa memberikan kontribusi, merasa baik secara fisik, dan membantu rekan-rekan setim. Selama itu masih bisa saya lakukan, saya akan terus bermain,” ujar Messi.
Pernyataan tersebut langsung memicu optimisme para penggemar sepak bola di seluruh dunia yang berharap dapat kembali menyaksikan Messi berlaga di panggung Piala Dunia pada usia 43 tahun.
Performa Messi di Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa usia belum mengurangi kualitas permainannya. Penyerang berjuluk La Pulga itu tampil luar biasa pada dua pertandingan awal fase grup dengan mencetak seluruh gol Argentina.
Messi membuka turnamen dengan hattrick saat menghadapi Aljazair, kemudian menambah dua gol ketika Argentina mengalahkan Austria 2-0. Torehan tersebut membuat koleksi golnya di Piala Dunia mencapai 18 gol dan menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah turnamen.
Pencapaian itu sekaligus melampaui rekor sebelumnya yang bertahan di angka 16 gol. Selain itu, hattrick yang dicetak pada laga pembuka menjadikannya pemain tertua yang mampu mencetak tiga gol dalam satu pertandingan Piala Dunia.
Meski berhasil mencatat sejarah baru, Messi tetap menunjukkan sikap rendah hati. Ia bahkan sempat gagal mengeksekusi penalti sebelum mencetak dua gol ke gawang Austria.
“Rasanya luar biasa melihat semuanya terjadi seperti ini. Hari ini saya memang gagal menambah gol lewat penalti. Namun jika penalti itu masuk, mungkin saya tidak akan mencetak dua gol berikutnya. Kita tidak pernah tahu. Yang terpenting saya senang dengan hasil pertandingan ini,” ungkapnya.
Salah satu faktor yang membuat Messi masih mampu bersaing di level tertinggi adalah kondisi fisiknya yang tetap terjaga. Saat merayakan ulang tahun ke-39, ia sempat membagikan aktivitas latihannya di pusat pemusatan latihan Argentina.
Dalam video yang beredar, Messi terlihat menjalani latihan kebugaran dengan intensitas tinggi, termasuk melakukan pull-up sempurna yang menunjukkan kekuatan fisiknya masih berada pada level elite.
Dedikasi terhadap kebugaran membuat banyak pihak percaya bahwa Messi masih memiliki peluang untuk memperpanjang karier profesionalnya dalam beberapa tahun ke depan. Sejumlah pengamat bahkan mulai berspekulasi mengenai kemungkinan dirinya tetap bermain hingga mendekati usia 43 tahun.
Di tengah berbagai spekulasi mengenai masa depan Messi, fokus utama Argentina saat ini adalah mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi sebelumnya.
Tim asuhan Lionel Scaloni telah memastikan tiket ke babak 32 besar setelah meraih dua kemenangan beruntun di Grup J. Situasi tersebut memungkinkan Argentina melakukan rotasi pemain saat menghadapi Yordania pada laga terakhir fase grup.
Scaloni menilai kekuatan utama Argentina terletak pada kebersamaan tim yang terbangun selama bertahun-tahun. Menurutnya, suasana positif di ruang ganti menjadi modal penting dalam upaya meraih gelar juara dunia secara beruntun.
“Kami percaya kekuatan tim ini adalah kemampuan untuk melewati masa-masa baik maupun sulit bersama-sama. Kehadiran teman selalu membuat segalanya menjadi lebih baik. Kami semua merasakan hal yang sama dan saya yakin Leo juga merasakannya,” kata Scaloni. (faw/but)






