Surabaya (beritajatim.com) – Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa meminta seluruh warga Jawa Timur memberikan support, dukungan, menerima serta memberikan penjelasan sebagaimana yang disampaikan oleh tim Sensus Ekonomi 2026 dari BPS.
“Kawan-kawan. Ini kan dimulai tanggal 15 Juni yang lalu. Sebelumnya juga sudah dilakukan secara online. Bagi semua masyarakat Jawa Timur, saya mohon semua bisa mendukung, memberikan penjelasan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh tim sensus ya, dari BPS,” kata Khofifah kepada wartawan di kediamannya kawasan Jemursari Surabaya, Rabu (24/6/2026).
Menurut Khofifah, sensus ekonomi ini dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dan untuk melihat bagaimana peta ekonomi masyarakat di Jawa Timur.
“Kalau kita ingin bahwa misalnya setiap bansos itu valid datanya, tidak ada inclusion error, tidak ada exclusion error, maka salah satu pintu masuknya ya melalui sensus ekonomi ini. Nah, nanti kemudian kementerian teknis melakukan validasi-validasi atau verval ya, verifikasi dan validasi. Tapi basis data melalui sensus ekonomi ini menjadi sangat penting,” tegasnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, Herum Fajarwati mengapresiasi dukungan yang diberikan Gubernur Jatim.
“Alhamdulillah kami sangat bersyukur. Ibu Gubernur sangat mendukung sekali dan hari ini, di tengah kesibukan beliau yang sangat luar biasa, sudah berkenan untuk menerima kedatangan petugas BPS. Tentu ini memberikan semangat bagi kami para petugas, juga Insyaallah seluruh masyarakat nanti akan memberikan data dengan jujur dan lengkap untuk suksesnya Sensus Ekonomi di Provinsi Jawa Timur ini,” tuturnya.
Dia menjelaskan, data sensus ekonomi itu, antara lain menggambarkan daya saing daerah. “Nanti struktur ekonominya akan tergambar dari hasil sensus. Kemudian struktur, selain struktur juga karakteristik. Struktur itu kan perdagangannya sebesar apa, industrinya sebesar apa. Intinya, potret dari kegiatan ekonomi suatu wilayah itu akan menjadi presisi ya, sesuai dengan kondisi yang sebenarnya,” jelasnya.
“Untuk Jawa Timur petugasnya 41.538 orang. Untuk Kota Surabaya, itu 1.982 petugas. Untuk petugas di Jawa Timur ini terbanyak ada di Kabupaten Malang, 2.595 orang. Untuk posisi hari ini sekitar 10 persen yang sudah kami data untuk total se-Provinsi Jawa Timur. Insya Allah sampai dengan akhir Agustus nanti bisa kita selesaikan,” pungkasnya. (tok/aje)






