Ringkasan Berita:
- Operasional SPPG di Lumajang dihentikan sementara selama libur sekolah sesuai kebijakan Badan Gizi Nasional.
- Pekerja dapur MBG terdampak dan sebagian harus mencari pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
- Dana tetap ditransfer ke SPPG, namun tidak dapat digunakan selama masa penghentian operasional.
Lumajang (beritajatim.com) – Penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama masa libur sekolah membawa dampak langsung bagi para pekerja dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari aturan yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional yang menghentikan aktivitas dapur MBG selama periode libur panjang sekolah.
Akibat kebijakan tersebut, seluruh operasional dapur SPPG di Lumajang ikut dihentikan sementara. Kondisi ini membuat para pekerja, termasuk relawan dapur MBG, harus menyesuaikan diri dengan situasi tanpa aktivitas kerja rutin.
Sebagian besar pekerja terdampak memilih mencari pekerjaan serabutan demi tetap memperoleh pemasukan selama masa libur operasional. Hal ini disampaikan oleh Fatin, Akuntan SPPG Pasirian-Madurejo, saat dikonfirmasi pada Selasa (23/6/2026).
“Sepertinya orang-orang (kerja) serabutan, ada yang punya usaha sendiri kaya bengkel, warung, truk kuli, dll,” ucap Fatin, akuntan SPPG Pasirian-Madurejo.
Sementara itu, Chiko, Mitra SPPG Rogotrunan, menyebut bahwa penghentian sementara operasional tidak menimbulkan dampak signifikan bagi pihaknya. Ia menegaskan bahwa seluruh pihak tetap mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional.
“Saya sebagai mitra yang baik manut BGN saja. Aktifitas (dapur) istirahat, sambil tetap dijaga biar aman dapurnya,” katanya.
Chiko juga menjelaskan bahwa meskipun operasional dihentikan, dana dari Badan Gizi Nasional tetap ditransfer ke rekening SPPG. Namun, dana tersebut tidak dapat digunakan selama masa libur sekolah. “Kalau pendanaan lancar, hanya kepala dapur dan mitra tidak boleh sentuh karena libur,” tambahnya.
Ia menyebutkan, total terdapat sekitar 50 relawan MBG yang bertugas di SPPG Rogotrunan. Namun selama masa libur ini, hanya sebagian kecil petugas yang tetap masuk untuk menjaga operasional dasar dapur.
“Yang jaga hanya keamanan, sisanya libur, kepala dapur, akuntan dan ahli gizi tetap ngantor untuk piket,” ungkapnya.
Kebijakan penghentian operasional ini membuat sebagian besar relawan MBG di Lumajang sementara waktu tidak menerima gaji karena tidak adanya aktivitas kerja aktif. Meski demikian, sebagian petugas inti tetap menjalankan tugas piket untuk memastikan fasilitas dapur tetap dalam kondisi aman selama masa libur sekolah. [has/suf]

as a preferred source on Google




